Friday, January 27, 2012

kaku

tiap engsel dalam lekukan tubuhku beku 

... dan kini ku coba alirkan lagi hasrat yang dulu pernah menggebu

semoga...

Thursday, January 13, 2011

english tea party (wannabe)

kemarin (5/1), saya dan rekan-rekan seruangan di kantor mengadakan pesta minum teh.

oke, memang bukan pesta minum teh sungguhan sih. jadi ceritanya ada seorang rekan yang dikirimi sekotak teh dari eropa. teh itu beraroma lemon and cinnamon. sayangnya, yang dikirimi tidak suka.

daripada mubazir, rekan ini menawarkan tehnya ke teman-teman seruangan.

"kalau mau minum teh, ambil punya aku aja ya. aku enggak suka baunya," katanya.

kami yang ditawari langsung bersukaria. bak tidak pernah ketemu yang namanya teh, si teh import itu langsung kami serbu.

wuzzz...

beramai-ramai kami pergi ke pantry untuk menyeduh teh itu. sambil ketawa-ketiwi, teh pun diramu menjadi secangkir teh hangat nan menggoda. hmmm... 

kami lalu berkumpul di (semacam) ruang tamu di ruangan. semua duduk melingkar sambil (sok) bergaya formal. hahaha. menggelikan sebenarnya. kami, dua orang anak baru dan sekumpulan ibu-ibu, berlagak seolah sedang mengadakan perjamuan agung.

satu per satu cangkir teh diseruput. ah, rasa teh import itu memang tidak mengecewakan. rasa kecut yang berpadu dengan aroma kayu manis sangat pas dalam larutan air hangat. cocok dinikmati di sore nan cerah itu.

"biasanya kalau minum teh, ada hidangannya. temannya teh kita apa nih?" ujar seorang ibu.

mendengar pertanyaan itu, seorang ibu yang lain pergi ke mejanya dan kembali sambil menggenggam sesuatu.

"makan ini aja," ujarnya sembari menumpahkan segenggam kuaci biji semangka ke meja. 

hahaha. walaupun merasa tidak pas, semua berebutan mengambil kuaci nan kecil dan imut itu.


*suatu sore di prapanca, saat waktu di mesin handkey terasa berjalan sangat lambat.


Thursday, December 23, 2010

:)




for the one who always care,

the one who never complain,

the one who always hear,

...

thank you


Monday, February 15, 2010

luv ya, always

itu kata-kata yang kerap diucapkannya kepada saya. sudah menahun dia melafazkan kalimat itu. dan tiap kali mendengarnya, hati saya selalu bahagia, tahu bahwa di sana selalu ada cinta untuk saya.
 
cinta tanpa syarat. cinta tanpa hasrat. yang secara cuma-cuma selalu dia hadirkan. ah, betapa saya bersyukur memilikinya.

tahun ini harusnya jadi tahunnya. di mana dia berbahagia. bersanding dengan yang tercinta. tapi kemarin, semuanya berubah. tahun berbahagia harus diwarnai duka.


ibunda dari yang tercinta pergi menemui keabadian. 


semua bersedih, apalagi dia. dia harus menyaksikan yang tercinta tenggelam dalam duka. hal terakhir yang ingin dia lakukan adalah menjadi saksi dari keterpurukan yang tercinta. 

ya, seharusnya tahun ini menjadi tahunnya. tahun meniup perahu karet kecil untuk mengarungi hidup bersama. tahun dia menjalani mimpinya menjadi pahlawan super dan melindungi yang tercinta. selamanya.

tapi saya, apa yang saya lakukan untuknya saat ini? tidak ada. saya malah berdiam di sini. tak bisa menjadi tempatnya memuntahkan kepedihan. tak bisa menopang bahunya saat dia tak mampu menapak. bahkan mengucapkan kata-kata pelipur pun saya tak mampu. 

semoga dia mengerti mengenai ketidakberadaan saya. tentang alpanya kata-kata penghiburan, dan tentang absennya pelukan hangat dari saya.

for the good times and bad times, you know i will always be at your side. and you should always know, wherever you may go, no matter where you are, I will never be far away.

i luv ya, bro.

Thursday, December 10, 2009

Sid and Nancy

Summer: We've been like Sid and Nancy for months now. 

Tom: Summer, Sid stabbed Nancy, seven times with a kitchen knife, I mean we have some disagreements but I hardly think I'm Sid Vicious. 

Summer: No I'm Sid. 

Tom: Oh, so I'm Nancy... 

Friday, November 27, 2009

lirih

lalu kenapa kalau aku mau ke kiri,
sementara kalian pikir kananlah yang terbaik?
arah ini aku yang pilih
bukan kalian yang tentukan jalanku

lalu kenapa kalau aku mau melangkah?
bukan melompat seperti yang kalian mau
bukan pula berlari seperti yang kau lakukan
ini caraku, haruskah kalian yang tentukan juga?

lalu kenapa kalau aku mau bahagia?
itu satu-satunya tujuan hidupku
bukan harta yang aku mau
tidak juga kejayaan yang seperti itu

mengertilah,
semua hal yang aku lakukan juga untuk kamu
untuk dia, dan untuk mereka

yang aku mau biru
bukan merah, kuning, hijau
ataupun ungu

Saturday, October 3, 2009

rainy day

sekarang di rumah sedang turun hujan. hujan yang tidak terlalu deras, tapi bukan gerimis. dan yang penting, tidak ada petir, kilat ataupun geledek. hujan yang pas lah, kalo menurut saya. soalnya hujan ini membuat udara jadi dingin. udara yang selalu membuat saya betah untuk berdiam diri di rumah.

momen ini menyenangkan sekali, dan membuat saya bernostalgia. soalnya dulu saya sering mengalami momen serupa: di rumah sendirian sementara hujan turun. ah, menyenangkan sekali. apalagi kalau dinikmati sambil meringkuk di bawah selimut tebal sambil menonton acara favorit ditemani semangkuk indomie rebus dan segelas coklat panas. hmmmm... very comfortable.  :)

suasana hujan dan sendirian di rumah ini membuat saya punya waktu untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan. saya bisa membaca dengan lebih nyaman. atau mendengarkan musik favorit. atau makan makanan favorit. apa pun. semuanya bisa dilakukan dengan lebih konsentrasi. soalnya kalau tidak hujan, pikiran saya suka terbagi dengan pikiran pengen maen ke situ, mau ketemu di anu di situ, atau pikiran-pikiran ke luar rumah lainnya. nah, kalau hujan turun kan saya jadi malas ke mana-mana. maunya di rumah saja. makanya lebih konsentrasi. hehe.

nah, mumpung hujannya belum selesai, sekarang saya mau cari selimut tebal kesayangan dulu. saya mau menikmati momen yang sudah jarang saya nikmati ini. takut keburu hujannya berhenti, atau ada orang yang pulang. 

i hope you enjoy this rainy day as i enjoy it :)

Friday, May 1, 2009

prakata, bukan kata pengantar

niatnya sih mau ngalahin ipeh yang prakatanya nyampe 12 halaman. pertama saya nulis dengan semangat. lalalalala.. ketik sana ketik sini.. ternyata saya lupa mengubah setting marginnya! wakwaw. ah tenang, tinggal pake settingan skripsi soleh. lalu saya copy-paste lah ketikan saya itu dengan memakai settingan margin soleh. tsaaaah.. ternyata berhasil mencapai 14 halaman! bahagialah saya.

tapi.. ketika di-print, baru ketauan kalau soleh sudah men-set skripsinya untuk ukuran a5. akhirnya saya ubah lagi settingannya. dan ternyata, ketikan saya cuma mencapai tujuh halaman saja. hiks. waktu sudah mepet. si om udah nunggu mau nganter saya ke tempat jilid. jadi wee saya print apa adanya.

jadi, inilah prakata skripsi saya. mohon maaf kalo ada yang kelupaan disebut. hehe.



PRAKATA

Alhamdulillahi rabbil ‘allamin, segala puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT karena akhirnya saya bisa menyelesaikan skripsi ini. Setelah melewati waktu yang tidak sebentar (kurang lebih enam bulan), dan setelah melewati berbagai cobaan dan godaan, saya akhirnya bisa juga melalui tahap mengerjakan skripsi.
Proses mencari judul skripsi ini tidak mudah. Saya jadi ingat kata-kata yang diucapkan seorang teman saya saat sedang kumpul-kumpul, “Mencari judul skripsi itu bagai mencari jodoh. Susah-susah gampang nemunya”. Dan saya adalah salah satu orang yang setuju dengan pernyataan itu. Haha. Jujur saja, tidak mudah untuk saya menentukan judul skripsi. Saya punya dua kriteria untuk judul skripsi saya: menggunakan metodologi penelitian kualitatif dan objek penelitiannya adalah majalah Trax. Akibat kriteria tersebut, saya malah kelimpungan sendiri menentukan fokus persoalan apa yang akan diteliti. Beberapa kali saya sempat mentok hingga akhirnya—setelah melalui proses pencarian yang cukup panjang, hampir mencapai waktu satu tahun—judul ini pun saya pilih.
Walau saya telah berusaha semaksimal mungkin, saya tahu skripsi ini masih memiliki kekurangan. Untuk itu, saya terbuka menerima kritik dan masukan yang membangun atas skripsi ini. Saya juga tahu, saya tidak akan dapat menyelesaikan skripsi ini tanpa bantuan dari beberapa pihak yang telah mendukung secara moral maupun material. Untuk itu, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada:
• Drs. Dian Wardiana S., M.Si., selaku pembimbing utama, yang senantiasa membimbing saya dengan masukan dan koreksi sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
• Dra. Henny Srimulyani, M.Si., selaku pembimbing pendamping, yang selalu membimbing saya selama proses pengerjaan skripsi ini. Terima kasih atas kesabarannya menuntun saya dan motivasi yang telah diberikan sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya.
• Kedua orang tua saya tercinta: Afriza Boekir dan Suyud Mochamad Idris. Kasih sayang kalian adalah hal terbaik yang pernah saya dapatkan dalam hidup ini. Sekali lagi, terima kasih.
• Herlina Agustin, S.Sos.,MT., selaku Ketua Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang kerap mengingatkan dan memacu saya untuk menyelesaikan skripsi ini.
• Drs. H. Dede Mulkan, M.Si., selaku Dosen Wali yang senantiasa membimbing penulis selama menjadi mahasiswa Jurnalistik.
• Dandi Supriadi, S.Sos., MA (SUT) selaku Sekretaris Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
• Drs. Sahat Sahala Saragih. Dosen yang sangat inspiratif. Terima kasih untuk didikannya selama ini.
• Segenap dosen Jurnalistik dan dosen Fikom Unpad atas dedikasi dan ilmu yang telah diberikan.
• Segenap administratur jurusan Jurnalistik dan SBA Fikom Unpad yang banyak membantu penulis.
• Deddy Mulyana, Prof, Ph.D, M.A. selaku Dekan Fikom Unpad.
• Ketiga kakak perempuan yang cantik-cantik: Meiske Florensia, Miela Florentina dan Tri Krishna Valentina. Skripsi ini tidak mungkin selesai tanpa dukungan moral dan material dari kalian.
• Ketujuh keponakan yang lucu-lucu: Cathleya Anjani Pramudawardhani, Radietya Ilham Fabian, Tenaya Shafa Kirana, Janitra Crisantya Kusumawardhani, Wisnu Klana, Khansa Fidela Nareswari, dan Sasna Klarissa. Mereka memang tidak banyak membantu dalam proses pengerjaan skripsi ini (bahkan cenderung menghambat hehe), tetapi keberadaan mereka membuat saya selalu bahagia dan semangat menjalani hidup ini. Kakak sayang kalian.
• Dra. Estiza Boekir, Drs. Firdaus Boekir dan Dra. Pupung Quinthani, M.Si., Drs. Firman Boekir, dan Mamih Rumsari, Keluarga besar di Bandung yang telah menjadi tempat saya bernaung. Terima kasih untuk segalanya.
• Staf redaksi majalah Trax yang telah meluangkan waktunya untuk menjadi narasumber: Andre “Opa” J. O. Sumual, Fajar Andi a.k.a Bello, Alvin “Apink” Yunata, dan Fazliani Maulida alias Iyem. Thanks a lot, guys!
• Denny Ramdan alias Denny MR selaku pengamat musik yang telah meluangkan waktunya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya walau baru sembuh dari sakit.
• Staf redaksi majalah Trax: Dheta Nur Hafia (terima kasih sudah mengatur jadwal pertemuan dengan Opa, dan bantuan-bantuan teknis lainnya ya Neng!), Irma “Ma’il” Taufik (Neheeeeng, akhirnya skripsi gue kelar juga!), Ottyawan Firdaus a.k.a. Oot, Agan Harahap sang fotografer ciamiks asal Margahayu (hehe), R. Bayu Hendroatmodjo, Hendriana Agustini a.k.a. Niina Poni, eks editorial secretary Stephanie F. Si Miss Kinky (ahahahaha), eks reporter Farid Amriansyah a.k.a Riann Pelor, eks Head of Artistic Ratna Irina dan Wahyu Nugroho alias Acum. Terima kasih telah menerima saya menjadi bagian dari Taman Bermain ini!
• The happy newlywed couple: Astrid Enricka Dita a.k.a. Pokijan Acil dan Mardedi. Akhirnya aku tidak jadi anak daerah lagi, Neheeeeng! Hahahaha.
• Jurnal-jurnil 2003 yang unik dan ajaib, the emotional quo vadis! Karlina Octaviany (untuk semangat dan motivasi yang tidak pernah bosan diberikan), Adinda Putri Silitonga (komunikasi di antara kita tidak akan putus, karena kita anak komunikasi!), Hertiana Dwi Putri (aku padamu, Pah!), Diade Riva Nugrahani (untuk perjalanan Elang-Jatinangor yang selalu menyenangkan dengan cerita dan canda tawa), Yulia Permatasari (my shopping and traveling partner, haha), Mutia Resty (yang kosannya selalu terbuka untuk diinvasi), Irma Chantily si Gadis Hai (hahaha), Trinanti Sulamit, Dhini Gilang Prasasti, Ike Yulia Martha, Ennaliza Tri Damayanti (untuk kosan kolam renangnya!), Christie Leonita (untuk kursus singkat paradigma kritis), Ariza Diansari (si ikan cucut!), Ika Rahma (untuk servis fotokopian yang oke banget!), Emma Hartina, Anggi Oktarinda, Hikmah Yanti, Soraya Spumanti Rose dan Andry Togarma H.P. (yang awet yaaa..), Astri Kharina Bangun, Christina Natalia Sihite, Annisa Lestari, Eka “Dora” Shantika, Desy Rosalina, Myrna, Rosmeilini Purba, Dhona Dhameria, Elfira Rosa J., Lian Gayo, Dei Irfani S., dan Luh Nyoman Meitasari. Serta para Ijuters: Santrianov (skripsi itu untuk dikerjakan ya An, bukan untuk dipikirkan), Ahmad Yasir Saputra (si cepat, yuk mariiii..), Hasian “Gori” Laurentius, Irfan Fitrat Pribadi, Multazam Lisendra, Marye Agung “Gdonk”, M. Rino Sardjono (Aldiano. Hahaha.), Baihaqi, Eka Novian G., Dika Dania K., Issa A., Tachta Riizky, M. Ukay Subqy, Nazar Ali, dan Yanuar C.N. Sitorus. Semoga tidak ada yang terlewat. Terima kasih ya temans untuk kebersamaannya selama ini, untuk masa-masa nyampah yang tidak tergantikan, dan untuk (kurang lebih) enam tahun penuh warna yang telah kita lewati. I love you all.
• Rekan-rekan semasa KKN di Desa Lurah, Cirebon: Indri, Nadia, Feby, Alif, Hana, Nita, Ance, Ricky, Mega, Ferry, Nino, dan Beben.
• Teman-teman di Fikom Unpad: Nindha, Arga, Dita, Nindha (untuk pinjaman skripsinya), Citra, Bagus Arab, Toni, Ken, Windy, Cia, Yuke, Rere. Anak-anak kelas C 2003. Anak-anak Fikom Unpad angkatan 2003.
• Teman-teman di Jurnalistik angkatan atas: Deme, Galuh, Imel, Sofie, Nana, Dimak, Adnan, Uri, Jimi, Oki, Pepeng, Joko, Riki Dhanu, Anton, Tisha Amelia Anwar, “Mpok” Nunik, Adi “Selang” Marsiela, Alfred Pasifico Ginting, Ricky Yudisthira, dan Hagi Hagoromo.
• Teman-teman Fikom angkatan atas: Bayu Kurnia, Syauqy Lukman, Roby Nugraha dan Vinka R.A.E. (dan tidak ketinggalan si kecil Bebe), Attan, Cupi, Joy, Viky dan Zaidan.
• Teman-teman Jurnalistik Fikom Unpad angkatan bawah: 2004 dan seterusnya.
• Para sahabat dari SMU 34 Jakarta: Aulia Kurrota A’yun (ayo, ras! Kamu bisa jadi sarjana!), Dennis Nugraha, Asti Soehoed, Bunga Wijayanti, Eraldi Fitrianto, Abi Aryo Dhani (ayo, Bi! Gue aja bisa!), Antya Purna Duhita, Adinda Paramita, Fara Arta, Rury Melissa Gultom, Arya Dwinanda, Triadi Sena, Anom Adimasetio, dan Riyandi Bagus Wiratama (thanks for all, Nyet!).
• My lovely Girleey! Irena Fatma Pratiwi, Karina Prasetyo, Risma Avriana, Gina Rachmania Karnadi (semoga cepat dapat momongan ya, darling), dan Yodida Hanum Cyntami. I love you all, gorgeous!
• PEDCA, tempat nongkrong yang sempat rutin saya sambangi bersama anak-anak Jerman 2001 & 2002.
• Rekan-rekan di Encore Magazine: Astrid a.k.a. Acit, Lika, Devi, Andra, Yoga, Anka, dan Annel. Meskipun sebentar, kalian telah memberi saya pengalaman yang sangat berharga.
• Keluarga besar Kosasih. Om, Tante, Nini, Ade, dan Desi. Terima kasih untuk dukungannya selama ini.
• Rekan-rekan di RASE FM Bandung. Special thanks to Muty.
• Bin Harlan Boer yang telah membuka kesempatan untuk saya. Terima kasih banyak, Bin!
• Tuppernews dan para krunya: Mbak Tasha, Mas Pri, Mas CK, dan Ibu Netty.
• Segenap staf Rolling Stone Indonesia: Adib Hidayat (terima kasih kesempatan liputannya, dan juga dukungannya selama proses kelulusan saya), Wendi “Wenz Rawk” Putranto, Yarrania Aristi, Ludmilla Gaffar, Wening Gitomartoyo, Ricky Siahaan dan Tabita Karuniasari, Mas Drigo L. Tobing, Joshua, dan Kesit.
• Arian Arifin dan Syarinta Kamaranti. Sekarang kita bisa wisata kuliner lebih sering lagi!
• Teman-teman di zine Trecetak [Tak Pernah Mati] dan zine [High Octane]: Ranee, Rio, dll.
• Segenap staf Diurna dan Karung Goni.
• Teman-teman selama saya di MRA Media: Jawa, Astor, Sigit, Inno, Olin, Regina, Uwie dan si kecil Janiska (The Cranky Family), Cuprit, Epon, Jemima, dan Barnes.
• My lovely brother Angga Aliya Zakhrir Rahman Firdaus dan Dini Agustin Siregar.
• Efek Rumah Kaca, Seringai, Teenage Death Star, KOIL, Mocca, Naif, Syaharani, Fariz R.M., White Shoes and The Couples Company, The Upstairs, serta Feist, Tori Amos, Morrissey, The Smith, Travis, The Strokes, Ash, Weezer, At The Drive In, Bloc Party, The Cardigans, Blur, The Clash, Ramones, Interpol, Katy Perry, Jonathan Rhys Meyer, The Ting Tings, Klaxons, Nirvana, Jamiroquai, Incubus, dan banyak musisi lainnya yang setia menemani saya (lewat lagu-lagunya) melalui malam-malam panjang ketika mengerjakan skripsi ini.
• Last but not least, my biggest inspiration, Soleh Solihun. Terima kasih untuk keberadaanmu, terutama selama proses pembuatan skripsi ini. Kamulah salah satu alasan skripsi ini harus cepat selesai. Karena itu, saya juga mempersembahkan skripsi ini untuk kamu.




Bandung, Januari 2009


Tetta Riyani Valentia

Wednesday, April 29, 2009

akhir

sudah tak tersisa alasan keberadaanku di sini

semua


SELESAI

................

Monday, March 16, 2009

What's Your Name's Hidden Meaning?


You Are Spontaneous and Whimsical
You are a seeker. You often find yourself restless - and you have a lot of questions about life.
You tend to travel often, to fairly random locations. You're most comfortable when you're far away from home.
You are quite passionate and easily tempted. Your impulses sometimes get you into trouble.

You are friendly, charming, and warm. You get along with almost everyone.
You work hard not to rock the boat. Your easy going attitude brings people together.
At times, you can be a little flaky and irresponsible. But for the important things, you pull it together.

You are usually the best at everything ... you strive for perfection.
You are confident, authoritative, and aggressive.
You have the classic "Type A" personality.



*hmm.. kayaknya banyak yang bener yaaa..

Friday, November 21, 2008

i'm a happy person!

Laid-back Doers are friendly, happy persons. They enjoy being together with other people. Smart, eloquent, witty and charming, they like to be the centre of attraction. They do not like to be alone. Their zest for life ensures that others feel well in their company and that they quickly get to know people. Laid-back Doers get the best out of every moment - many people of this type have a gift for making their whole life one big party. Boredom is unknown in their presence because they are very good at carrying others away with their enthusiasm, their good mood and their optimism.

Abstract thinking and profound philosophising about the meaning of life appeal less to Laid-back Doers. They are pragmatic, realistic and live completely in the here and now. At work too, they prefer it when it’s all go and they can act out their purposeful manner to the full. They have no problem handling several tasks at once and they blossom out in crisis situations! A varied field of activity with a lot of social contacts is just the right thing for them. One will also seldom find them inactive in their spare time; due to their open, curious nature, they mostly have many hobbies and interests. They are not afraid of the unknown: as they are flexible and creative, they quickly adjust to new situations and make the best of them. They sometimes come into conflict with strict rules or hierarchies by which they quickly feel constrained and against which they rebel.

As friends, Laid-back Doers are generous, helpful persons who attach great importance to harmonious relationships and a good atmosphere. Their sociable manner means that they have a large circle of friends and they love having the house full of many different types of guests. They are happy to give in to their spontaneous moods and fancies in the just one or two important things. This makes them appear somewhat unpredictable to those with a quieter nature. When it really matters, you can rely on them one hundred percent. As partners, they are creative, impetuous and imaginative - as long as their partner knows how to fascinate them. They can hardly stand boredom or routine in a relationship. They do not like conflicts at all; if a relationship becomes too strenuous or involves too much effort, they tend to withdraw from the partnership and start to look for a new partner. However, if one manages to keep their curiosity alive in the long term and surprise them again and again, one has a loyal and loving partner.

Adjectives which describe your type

extroverted, practical, emotional, spontaneous, enthusiastic, friendly, playful, lively, talkative, nonchalant, tolerant, happy, pleasant, generous, flexible, wily, attractive, relationship-oriented, generous, adventurous, fun-loving, creative, helpful, action-loving, casual, sociable, open, sensitive, touchy, erratic, curious, noncommittal, action-loving

These subjects could interest you

going out, dancing, parties, cinema, eating out, sport and travel (club holidays), music, trekking, camping, hiking, cooking, handicrafts, nature

si panther ungu



You are Purple Panther who tends to be precautious, and unlike your gentle atmosphere you are strong-minded and courageous woman.
You don't listen to other people, and carry out with your opinion.
Although you don't possess coolness to see things objectively, and analyze subjects intelligently, you have great natural instinct.
You have flexible thoughts, and can lead life with perseverance.
You will not miss opportunity.
You can adapt and sort out difficulties that you come across.
You can face the things that interest you with unusual effort and spirit, but you will not even try to see those things that you are not interested.
You seem like a gentle and kind person, but really you possess lots of problems and are always struggling within yourself.
People are unable to understand your complicated feelings.
This increase your problems further.
You are a person with great dreams and are active and possess straight forward baldness.
You can show this talent in your career.
You will not be able to stay quietly at home as a housewife.

Thursday, September 11, 2008

risma's farewell




saya, risma, rena, karin.
ini adalah foto-foto saya bersama sahabat.
tapi sebenarnya kurang dua orang, yodida dan gina.

kangeeeen. =)

wisata ke dufan bersama ipeh




jadi yaaa... sekira setahun lalu saya kan ke dufan bareng anak-anak kampus. tapi si ipeh enggak ikut. jadi lah dia pengen banget ke dufan. untung kakak saya berbaik hati memberikan 5 tiket gratis. maka jadilah kami wisata ke dufan mengajak si ipeh ini.

inilah foto-fotonya.

ten facts about me

1. Each blogger must post these
rules
2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten
things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten
people to get tagged and list their names.
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to
read your blog.


Dari minggu lalu si Dinda a.k.a. Dina Olivia rekan sesama artis udah nge-tag saya biar ikutan posting 10 facts about me. Tapi waktu itu saya lagi online dalam kondisi buru-buru, jadi belom bisa posting deh. Nah, pas kemaren buka multiply lagi, tau-tau si Tia juga men-tag. Yaaah, karena kelihatannya banyak yang ingin saya posting juga, ya udah lah saya ikutan aja deeeeeeh..

 

Jadi ya, saya itu:

 

1. Punya nama yang unik.

Well, mungkin ada yang menganggap nama saya aneh. Kan biasanya nama orang itu Tata atau Tetty. Kalau saya beda. Huruf vokal pertamanya "E", dan huruf vokal keduanya "A". Jadinya: T-E-T-T-A, dengan huruf "T" dobel.  Kadang agak susah juga ketika saya harus menyebutkan nama saat berkenalan.

Saya      : "Halo, nama saya Tetta."

Orang    : "Halo. siapa tadi namanya?"

Saya      : "Tetta"

Orang    : "Oh, Tata!"

Saya      : "Bukan. Tetta."

Orang    : "Oh  sorry. Reta ya?"

Saya      : "Bukan. Tetta!"

Dan biasanya percakapan berakhir dengan pengucapan nama saya yang tetap salah, dan saya sudah malas mengoreksi. Suka-suka dia sajalah. Tapi yang paling menyebalkan, kalau huruf vokal terakhir nama saya diganti dengan huruf "E". Jadilah nama saya bernada porno: tete. Waktu SD, tidak sedikit yang memlesetkan nama saya jadi tete. Yang paling parah, guru ngaji saya juga salah sebut. "Habis namanya tanggung sih," begitu elak si guru ngaji di depan kelas. Yeah, whatever. Sampai sekarang, masih ada yang memlesetkan nama saya seperti itu. Dan saya sudah tidak ambil pusing lagi. Ada yang memanggil tete, tetsie, tetsuo, etc. Terserah saja deh, yang penting orangnya tidak salah kan? Hehe.

Cerita di balik pemberian nama saya pun agak njelimet. Saat bingung-bingung mau memberi nama apa, Papa saya--yang kurang kreatif--mengusulkan nama Tusi. Alasannya sederhana, Tusi adalah singkatan dari sabTu Siang. Hahaha. Hampir saja nama saya jadi Tusi, karena si Papa agak ngotot dan menganggap idenya brilian. Untung Mama saya menolaknya dan mengajukan nama Tetta yang artinya empat. Katanya sih, dari angka Yunani: alpha, beta, gamma, tetta. Begitu. Jadilah nama saya Tetta Riyani Valentia!

note: Senior saya di kampus ada yang namanya Tussie. Halo Tussie! Kalau saja Mama saya waktu itu tidak menemukan nama Tetta, nama kita akan sama ya. Hehe. Apa nama kamu juga artinya sabtu siang? :p

 

2. Berwajah pasaran.

Banyaaaak sekali orang yang begitu melihat saya langsung bilang, "Dia mirip si anu ya?" Cerita tentang dimirip-miripin ini bermula saat SMP. Waktu kelas 2, teman-teman saya menyangka adik saya juga masuk SMP yang sama. Si anak kelas 1 itu katanya mirip dengan saya. Kulitnya agak gelap, rambut hitam lurus, dan badannya kurus. Cuma si anak kelas 1 ini matanya lebih sipit. Lah, gimana mau punya adik? Wong saya sendiri juga anak bungsu. Ckckck.

Lanjut ke SMA. Kelas 2, ada seorang cowok yang PDKT ke saya. Alasan awal dia tertarik sama saya ya karena saya mirip gebetannya dulu. Dan ternyata bukan cuma si cowok ini aja yang bilang mirip, mama dan adiknya juga sependapat. Tapi ya sudahlah. Saya sih tidak merasa dijadikan pengganti atau bagaimana. Karena saya merasa kami cocok, jadi ya akhirnya jalan bareng. Si cewek yang katanya mirip saya ini juga enggak pernah jadi masalah kok. Kenal juga enggak, hehe.

Nah, kalau pas kuliah, banyak banget yang mirip-miripin saya dengan orang lain. Adik sepupu teman saya pernah bengong melihat saya dan bilang, "Kakak Tetta mirip yang main Si Cantik dan Si Buruk Rupa ya!" Dan rupanya yang dimaksud adalah Dhini Aminarti! Hahahaha, Alhamdulilah :D Pernah juga pas lagi melewati segerombolan anak SMA, mereka bilang "Eh, mirip itu ya, yang jadi Mili di sinetron AADC." Siapa coba yang dimaksud? Jeng jeng jeng jeng: Nadia Saphira! Hahahaha. Pokoknya banyak banget lah. Dari senior saya yang namanya Imung [saya juga belum pernah ketemu orangnya], temennya temen aku, si Fenny, Amelia Vega [Miss Universe 2003 yang cantik luar biasa itu], Shanty si mantan VJ MTV, sampai yang paling fenomenal: CAMERON DIAZ! Hahahaha. Alhamdulilah. Tapi, dari sekian banyak nama artis yang dimirip-miripin sama saya, kok nasibnya enggak ada yang nular ya? Hehehe.

 

3. Tidak suka pedas.

 Padahal, Mama saya orang Minang. Semua kakak saya suka pedas, Bahkan, Papa saya yang orang Jawa juga suka pedas. Hampir setiap hari di meja makan harus tersaji sambal. Mungkin, selain kulit gelap khas orang Jawa, rupanya saya juga mewarisi lidah jawa. Walau tidak suka pedas, saya suka sate padang. nyamnyamnyam. Selain itu, wiiih, sebisa mungkin saya tidak makan makanan pedas. Begitu rasa pedas sampai di lidah, rasa panas langsung menyerbu. Tak lama setelah itu, keringat mulai menetes di dahi. Kalau pedesnya kebangetan, saya bisa menangis. Dan semua itu saya tidak suka. Rasanya acara makan malah jadi siksaan. Huuuh.

Tapi, walau tidak suka sambal, saya suka bikin sambal. Kata keluarga saya sih, rasanya enak. Makanya saya suka disuruh bikin sambal. Tapi, saya tidak tahu kebenarannya, karena saya hampir tidak pernah makan sambal bikinan saya sendiri.

 

4. Impulsif.

Gerak refleks saya sangat canggih! Cihuy. Kadang-kadang bahkan saya suka tidak sadar melakukan suatu hal gara-gara si gerak reflek itu terlalu hebat. Saya beberapa kali pernah mengangkat telepon tanpa sadar saat sedang tidur. Dan ternyata saya tidak sekedar mengangkat telepon saja. Saya bahkan mampu mengobrol dalam keadaan tidak sadar tersebut. Atau contoh lain dari gerak refleks saya yang terlalu hebat. Saat sedang nginep di kosan Lia, saya pernah terbangun dari tidur gara-gara mendengar teman saya mencari-cari DVD. Padahal ya, saat itu saya beneran lagi tidur. Ujug-ujug saya bangun dan mengambil DVD tersebut, kemudian beranjak tidur lagi. Hehehe. Banyak juga sih kejadian yang menyangkut gerak refleks saya ini. Cuma yang paling saya inget mah, ya ini.

 

5. Tidak ngoyo.

Saya ini orang yang tergolong santai. Apa yang ada di depan mata ya dijalanin. Ada tugas atau kerjaan, ya kerjakan semaksimal mungkin. Saya akan kerjakan dengan menggunakan seluruh kemampuan saya. Tapi saya tidak bertekad mengerjakan itu dengan tujuan menciptakan sesuatu yang hebat, brilian, atau luar biasa. Kalau ternyata apa yang saya kerjakan dinilai lebih, ya itu nilai plus saja. Saya sih lebih bersyukur dengan apa yang ada sekarang. Saya tidak mau mengingkari rezeki yang sudah saya miliki. Sepertinya saya jarang melihat ke atas. Saya lebih menikmati kondisi saya yang sekarang. Kalau harus keluar dari comfort zone saat ini, ya dijalanin. Let it flow lah pokoknya. Yang jelas, buat saya, pilih apa yang bisa membuat kamu bahagia. Tujuan hidup cuma satu bukan? Yaitu untuk hidup bahagia. :)

 

6. Punya resolusi 2008.

Sebelumnya, saya hampir tidak pernah membuat resolusi. Tapi tahun ini, entah kenapa ujug-ujug saya bikin resolusi. Saya punya dua resolusi tahun ini. Pertama, saya mau [dan harus] lulus tahun ini. Mau wisudanya November kek, mau wisuda Februari kek, yang penting saya lulusnya tahun ini! Sekarang saya lagi berusaha mewujudkan resolusi yang satu ini. Semoga saja, memang bisa tahun ini! Jadinya rencana-rencana saya di tahun mendatang tidak terhambat. :)

Resolusi kedua adalah lancar nyetir mobil. Hihihi. Agak telat ya? Teman-teman saya menjalani fase ini saat SMA. Sementara saya, sekarang baru beres les nyetir. Itupun belajarnya di Bandung. Bapak yang ngajar sih bilang saya sudah mahir. Nah, bermodal pujian dari si bapak eta, saya coba membawa mobil di Jakarta. Percobaan pertama, agak lancar. Masih kagok sih, tapi seenggaknya bisa nyampe tempat yang dituju dengan selamat lah. Hehehe. Percobaan kedua, hasilnya malah berantem sama Soleh. Hahaha. Karena masih takut-takut, saya membawa mobil dengan perlahan. Dan tiba-tiba si mesin mati. Jeng jeng jeng jeng! Di belakang ada mobil, dan jalan agak menanjak. Saat saya coba menjalankan mobil, mobilnya malah mundur dan nyaris menabrak mobil di belakang. Karena kesal si Soleh ngomel-ngomel mulu, akhirnya saya turun saja dari mobil dan suruh dia yang nyetir. Hehehe. Percobaan ketiga? Belum ada. Doakan saja, di percobaan ketiga saya sudah lancar ya!

 

7. Bisa tari Bali.

Hehehe. Ini gara-gara Mama saya yang tidak suka melihat anaknya tidak punya kegiatan. Waktu SD, Mama mendaftarkan saya les tari Bali di sebuah Pura terdekat. Maka jadilah saya les tari Bali selama beberapa tahun. Mulai dari tari pendet, panji semirang, sampai tari legong saya bisa. Kalau tidak salah, total tarian yang saya pelajari ada 12. Eh, benar tidak ya? Kurang lebih segitu lah. Terakhir kali saya menari di depan umum itu waktu kelas 3 SMA. Waktu itu saya diminta menggantikan seorang teman untuk berpartisipasi di pertunjukkan tari kontemporer yang tampil di HSK. Hahaha. Waktu itu saya tampil bersama 15 orang teman. Tiap tiga orang mewakili daerah-daerah yang berbeda. Saya mewakili daerah Bali, sementara yang lain ada yang mewakili Kalimantan, Jawa Barat, dsb. Kami tampil agak pagi, jadi yang nonton paling cuma panitia saja. Hehehe.

 

8. Berpotensi menjadi seorang games freak!

Untung saja saya tidak mengenal [bisa memainkan] game-game arcade macam Warcraft atau Diablo atau game online macam Ragnarok. Kalau tidak, hahaha, kuliah saya bisa hamcur! Masalahnya, sekarang aja kalau dapet game tycoon aja girangnya bukan main. Dan saya selalu obsesi bisa menyelesaikan game itu secepatnya. Kalau sudah tamat, diulang lagi sampai nilainya sempurna. Selain itu, saya juga hobi mencetak high score di komputer orang. Dulu, saya pertama kali kenal game Bounce dari komputer Lia Jambi. Awalnya mah bego. Tapi karena tekad saya untuk mencetak high score, saya pernah sengaja enggak kuliah dan main di kosan Lia sampai akhirnya berhasil mencetak high score! hahaha. Sampai sekarang si Lia belum bisa mengalahkan high score yang saya cetak. Dia selalu kesal tiap melihat high score bounce di komputernya. Dan kalau dia gagal terus mengalahkan saya, dia bilang mau me-reset si high score itu. Hehehe.

 

9. Bercita-cita punya coffee shop!

Heuheuheu. Entah dari kapan, keinginan ini sudah muncul. Saya juga tidak tahu apa pemicunya. Yang jelas, saya selalu membayangkan enaknya punya coffee shop sendiri. Saya bisa nongkrong di situ tiap hari tanpa mengeluarkan uang. Terus, saya duduk di sebuah sofa yang besar dan empuk sambil membaca buku, mendengarkan musik bernuansa jazz, sambil pelan-pelan menyeruput kopi. Hmmmm. Sepertinya nyaman sekali kan? Terus, kalau teman saya mengadakan acara, tidak perlu susah-susah, pakai saja coffee shop saya sebagai venue. Mau pameran? Silahkan. Mau kongkow-kongkow aja? Monggo. Atau mau bikin show kecil-kecilan? Sok aja atuuuh. Dijamin semua senang lah pokoknya. Hahahaha. Makanya, doakan dong biar cita-cita saya ini cepat tercapai! :D

 

10. Suka cerita.

Dari kecil, saya sudah suka becerita. Dan kadang-kadang, cara saya bercerita suka berlebihan. Misalnya waktu kecil, saya dan sepupu pernah diajak ke pasar. Tiba-tiba sepupu saya ini melihat orang jualan mainan dan berhenti. Rombongan saya tidak sadar dan meninggalkan dia. Ketika sadar, semua panik. Untung tak lama dia berhasil ditemukan. Sampai di rumah, saya langsung bilang, “Tadi si kakak hilang di belanjaan!” cerita saya dengan mimik serius dan nada meninggi. Orang rumah pun tertawa mendengar cerita saya, tapi saya bengong kenapa mereka malah ketawa. Hehehe. Pernah juga waktu kecil, selesai shalat Teraweh, saya melihat Papa saya bersalam-salaman. Tau-tau saya teriak ke keluarga saya, “Ya ampuuun! Papa Tetta salaman!” Hahahaha. Lebay bukan? Saya juga bingung kenapa Papa saya salaman mesti menjadi sesuatu yang “Ya ampun. Hehehe. Namanya juga anak kecil. Kebiasaan cerita ini terbawa sampai sekarang. Dengan Soleh, saya terbiasa cerita apa saja. Padahal sebenarnya enggak penting-penting amat sih. Tapi enak aja cerita, “Hari ini aku  makan mpek-mpek loh!” atau “Aku tadi ke kampus trus ketemu ibu anu, terus masa dia aneh banget deh.” Btw, ini sebenarnya cerita apa gossip ya? Hahaha. Whatever. Pokoknya saya senang cerita!

 

Menurut aturan main, saya harus tag 10 orang. Saya mau tag:

  1. Syarinta, karena kayaknya dia punya banyak fakta yang lucu.
  2. Buras, biar dia posting.
  3. Rizli, karena kayaknya dia belum di-tag.
  4. Ade Bayu Indra, karena saya belum pernah baca postingannya dia.
  5. Nana, karena saya pengen baca 10 facts about Nana.
  6. Bayu, biar dia ada kerjaan lain selain upload lagu.
  7. Uwie, karena postingan Uwie suka lucu.
  8. Mutia, karena dia hilang dari peredaran [kamarana atuh, Mut?]
  9. Fenny, karena dia “kembaran” saya.
  10. Tadjem, karena pasti factsnya aneh-aneh.

Tuesday, August 19, 2008

GengGong on [Secret] Vacation Part II




Foto-foto ini adalah cerita sambungan dari postingannya Fanie. Foto diambil saat sebuah wisata kuliner rahasia digelar oleh GengGong tahun lalu. Hihi.

Monday, August 18, 2008

Senang Bersamamu

Hari Minggu kemarin, genap tiga tahun saya melewati hari-hari bersama Soleh Solihun.

 

Dan semuanya dimulai di tahun 17 Agustus 2005. Saat itu, Soleh yang bekerja di Jakarta sengaja pulang ke Bandung untuk bertemu saya. Kami janji bertemu untuk makan siang bersama di Mie Lela, Cigadung. Tempat itu kami pilih karena Soleh tahu saya belum pernah makan di sana.

 

Di tempat itulah dia menanyakan kepada saya, apakah saya mau jadi pacarnya. Dia minta saya menjawab saat itu juga. Dan saya pun menjawab iya. Soalnya kalau saya jawab tidak, saya takut disuruh pulang sendiri. xp

 

Sejak itu, hari-hari saya berubah. Walau [kadang-kadang] kami berada di dua kota yang berbeda, dia selalu ada menemani saya dengan SMS dan teleponnya. Dan karena pada dasarnya kami berdua tukang ngoceh, setiap hari selalu ada saja yang kami bicarakan. Mulai dari rutinitas, kejadian-kejadian yang sepele, sampai khayalan-khayalan tidak penting. S-e-m-u-a-n-y-a. Inilah salah satu alasan kenapa saya merasa nyaman saat bersama dengan Soleh. Saya bisa berbicara apa saja tanpa dianggap tidak penting.

 

Satu hal lagi yang membuat saya betah berlama-lama dengan dia, dia selalu bisa membuat saya tertawa. Dalam kondisi apa pun, dia bisa membuat suasana jadi menyenangkan. Saat ada situasi yang menyebalkan, ada saja komentar atau celetukannya yang bisa mencairkan suasana. Dan akhirnya setiap masalah selalu bisa kami atasi dengan tawa. Yah, mungkin itu sebabnya hubungan ini terasa menyenangkan.

 

Iya, menyenangkan. Makanya saya sempat bingung saat ada seorang teman yang meminta saya bercerita tentang hubungan saya dan Soleh. Ketika itu, saya tidak tahu harus menjawab apa. Karena, hubungan saya dan Soleh cenderung datar. Datar di sini bukan berarti membosankan loh. Datar yang saya maksud adalah ya seperti begitu saja.Hmm, bagaimana ya menjelaskannya? Saya juga bingung. Pokoknya, ya mengalir dan berjalan saja dengan sendirinya. Dan saya menikmati detik demi detik yang saya lalui bersamanya. J

 

Yah, memang tidak menyenangkan terus sih. Pasti lah ada beberapa ribut-ribut kecil. Tapi, alhamdulilah kami selalu berhasil melaluinya. Sejauh ini, kalau saya sedang tidak PMS, atau kalau Soleh sedang tidak lapar/mengantuk, hubungan kami baik-baik saja. Hehe. Jadi, ya kami belajar menahan emosi saja kalau saat-saat seperti itu datang.

 

Soleh bukan tipe cowok yang romantis. Dia tidak pandai memberikan kejutan ataupun melakukan hal-hal yang romantis. Satu contohnya adalah ketika dia memberikan bunga. Ketika itu kami sedang berada dalam mobil di kawasan Dago. Mobil sedang berhenti di lampu merah saat saya melihat seorang penjual bunga. Spontan saat itu saya bertanya kepada Soleh, kenapa dia tidak pernah memberikan saya bunga. Mendengar pertanyaan saya, dia malah balik bertanya, "Kamu mau bunga?" Lantas dipanggillah si tukang bunga itu. Dia lalu memilih-milih bunga, tapi sambil bertanya ke saya, "Kamu mau bunga? Bener enggak nih? Ini aku beliin. Mau enggak? Beneran nih, aku beliin!"

 

Et voila, jadilah dia membeli dua tangkai bunga mawar. Dua bunga itu langsung dia berikan ke saya, tanpa basa-basi dan tanpa kata-kata manis. Harusnya itu bisa jadi momen romantis loh, tapi dia mengacaukannya dengan pertanyaan-pertanyaan konyol. Haha.

 

Tapi itulah yang saya suka dari Soleh, pribadi jujur yang apa adanya. Dia tidak berusaha berubah menjadi orang lain, tapi mencoba menjadi pribadi yang saya suka dengan gayanya sendiri. Tidak berlebihan dan tidak dibuat-buat. Sikapnya ini menjadi sebuah pembelajaran buat saya.

 

Masih banyak lagi pelajaran yang saya dapat dari Soleh. Tapi saya kurang pandai menjabarkannya. Yang jelas, semua itu membuat saya bahagia. Tapi, kalau kamu mau tahu lebih banyak, dengarkan saja tembang “Senang Bersamamu” dari Naif. Buat saya, lagu ini  sedikit banyak bisa mewakili perasaan saya. Karena saya selalu senang saat bersama Soleh. :)

 

Selamat tiga tahun ya, sayang! Semoga kita bisa terus senang bersama-sama.

Friday, August 15, 2008

Three for 23

 

 





















Ini adalah tiga hadiah yang saya peroleh saat ulang tahun ke-23


1. Leather Jacket

Hadiah yang satu ini saya dapat jauh sebelum hari ulang tahun saya tiba. Soleh yang memberikannya. Dan [seperti biasa] Soleh tidak bisa menyiapkan kejutan. Dia suka bingung memilih hadiah, makanya dia suka bertanya saya mau hadiah apa. Saya sendiri sih, terserah dia. Buat saya yang penting adalah niat dia memberi, bukan barangnya.

Entah dapat ide dari mana, tiba-tiba dia bertanya apa saya mau jaket kulit. Saya sih iya-iya saja. Maka jadilah dia sibuk mencari jaket kulit untuk saya. Soleh browsing sana-sini, kirim gambar jakaet-jaket itu ke e-mail saya, lalu di-print. Dia juga membuat janji dengan penjual jaket kulit langganannya untuk mengukur badan saya. Sibuk sekali lah si Soleh ketika menyiapkan tetek bengek untuk membuat jaket ini. Saya sih, tinggal santai saja, pilih model, diukur, dan tunggu kiriman jaket sampai. Hehe.

Inilah hasil jerih payah Soleh itu. Makasih ya, sayang. :)

 

2. The Pilgrimage

Buku karangan Paulo Coelho ini adalah buku kedua yang saya dapat dari teman-teman SMA saya. Dulu, saat saya pindah ke Bandung, saya pernah diberi Great Expectation oleh Rena, Ubi, Buras, dan Mita. Kalau sekarang, teman-teman saya yang memberi buku ini adalah Rena, Buras, dan Antya. Mereka memberikannya tepat di hari ulang tahun saya.

Sebenarnya, tidak ada perayaan khusus di tanggal 13 Juli kemarin. Hari itu saya ada liputan. Soleh juga sedang tidak ada, sedang liputan Soundrenalin ke Pekanbaru. Tapi keluarga saya tiba-tiba berinisiatif mengajak makan-makan untuk merayakannya. Ajakan makan-makan itu juga muncul tiba-tiba saat hari sudah malam. Jadi saya pikir, hari ulang tahun saya kali ini akan berlalu begitu saja.

Tapi tiba-tiba Rena, Antya, dan Buras datang saat saya sudah mau tidur. Mereka khusus datang untuk menyelamati saya dan memberikan The Pilgrimage. Lucunya, sehabis memberi hadiah mereka langsung menyerbu meja makan saya. Padahal di sana tidak ada apa-apa. Lapar berat rupanya mereka. Haha. Untung masih ada satu porsi steak tersisa di lemari. Steak itupun kemudian habis dilalap mereka bertiga.

Terima kasih ya, teman-teman. :)

 

3. Handmade Shawl

Kalau hadiah yang satu ini, saya sengaja request ke Alin. Alin ikut kelas merajut di Tobucil. Saat ke Makar 2008, dia membawa syal buatannya. Saya jadi ingin punya juga. Makanya, kira-kira sebulan sebelum ulang tahun, saya bilang ke alin kalau saya minta dibuatkan syal. Untung Alin bersedia.

Alin sempat bertanya, saya mau syal warna apa. Saya bilang terserah. Sudah untung Alin mau menerima permintaan saya. Sejak itu, saya tidak pernah melihat Alin membahas soal syal itu lagi, sampai suatu kali saya memergoki dia sedang merajut di dalam Damri. Hihi. Lucu sekali melihat Alin saat itu. Seperti yang ketangkap habis melakukan kesalahan. Tapi sesudah itu kami mengobrol dan melupakan soal Syal.

Beberapa hari setelah ulang tahun saya, Alin datang membawa bungkusan dari kertas. Seperti bisa ditebak, isinya syal buatan Alin. Syal itu tebal dan panjang. Alin pintar memilih warna yang bagus, kombinasi pink dan biru muda. Syal dari wool pertama yang saya miliki.

Makasih ya, Alin. Semoga nanti syalnya bisa aku pakai pas kita ke Melbourne. :D