Showing posts with label starstory. Show all posts
Showing posts with label starstory. Show all posts

Thursday, January 13, 2011

english tea party (wannabe)

kemarin (5/1), saya dan rekan-rekan seruangan di kantor mengadakan pesta minum teh.

oke, memang bukan pesta minum teh sungguhan sih. jadi ceritanya ada seorang rekan yang dikirimi sekotak teh dari eropa. teh itu beraroma lemon and cinnamon. sayangnya, yang dikirimi tidak suka.

daripada mubazir, rekan ini menawarkan tehnya ke teman-teman seruangan.

"kalau mau minum teh, ambil punya aku aja ya. aku enggak suka baunya," katanya.

kami yang ditawari langsung bersukaria. bak tidak pernah ketemu yang namanya teh, si teh import itu langsung kami serbu.

wuzzz...

beramai-ramai kami pergi ke pantry untuk menyeduh teh itu. sambil ketawa-ketiwi, teh pun diramu menjadi secangkir teh hangat nan menggoda. hmmm... 

kami lalu berkumpul di (semacam) ruang tamu di ruangan. semua duduk melingkar sambil (sok) bergaya formal. hahaha. menggelikan sebenarnya. kami, dua orang anak baru dan sekumpulan ibu-ibu, berlagak seolah sedang mengadakan perjamuan agung.

satu per satu cangkir teh diseruput. ah, rasa teh import itu memang tidak mengecewakan. rasa kecut yang berpadu dengan aroma kayu manis sangat pas dalam larutan air hangat. cocok dinikmati di sore nan cerah itu.

"biasanya kalau minum teh, ada hidangannya. temannya teh kita apa nih?" ujar seorang ibu.

mendengar pertanyaan itu, seorang ibu yang lain pergi ke mejanya dan kembali sambil menggenggam sesuatu.

"makan ini aja," ujarnya sembari menumpahkan segenggam kuaci biji semangka ke meja. 

hahaha. walaupun merasa tidak pas, semua berebutan mengambil kuaci nan kecil dan imut itu.


*suatu sore di prapanca, saat waktu di mesin handkey terasa berjalan sangat lambat.


Monday, February 15, 2010

luv ya, always

itu kata-kata yang kerap diucapkannya kepada saya. sudah menahun dia melafazkan kalimat itu. dan tiap kali mendengarnya, hati saya selalu bahagia, tahu bahwa di sana selalu ada cinta untuk saya.
 
cinta tanpa syarat. cinta tanpa hasrat. yang secara cuma-cuma selalu dia hadirkan. ah, betapa saya bersyukur memilikinya.

tahun ini harusnya jadi tahunnya. di mana dia berbahagia. bersanding dengan yang tercinta. tapi kemarin, semuanya berubah. tahun berbahagia harus diwarnai duka.


ibunda dari yang tercinta pergi menemui keabadian. 


semua bersedih, apalagi dia. dia harus menyaksikan yang tercinta tenggelam dalam duka. hal terakhir yang ingin dia lakukan adalah menjadi saksi dari keterpurukan yang tercinta. 

ya, seharusnya tahun ini menjadi tahunnya. tahun meniup perahu karet kecil untuk mengarungi hidup bersama. tahun dia menjalani mimpinya menjadi pahlawan super dan melindungi yang tercinta. selamanya.

tapi saya, apa yang saya lakukan untuknya saat ini? tidak ada. saya malah berdiam di sini. tak bisa menjadi tempatnya memuntahkan kepedihan. tak bisa menopang bahunya saat dia tak mampu menapak. bahkan mengucapkan kata-kata pelipur pun saya tak mampu. 

semoga dia mengerti mengenai ketidakberadaan saya. tentang alpanya kata-kata penghiburan, dan tentang absennya pelukan hangat dari saya.

for the good times and bad times, you know i will always be at your side. and you should always know, wherever you may go, no matter where you are, I will never be far away.

i luv ya, bro.

Friday, May 1, 2009

prakata, bukan kata pengantar

niatnya sih mau ngalahin ipeh yang prakatanya nyampe 12 halaman. pertama saya nulis dengan semangat. lalalalala.. ketik sana ketik sini.. ternyata saya lupa mengubah setting marginnya! wakwaw. ah tenang, tinggal pake settingan skripsi soleh. lalu saya copy-paste lah ketikan saya itu dengan memakai settingan margin soleh. tsaaaah.. ternyata berhasil mencapai 14 halaman! bahagialah saya.

tapi.. ketika di-print, baru ketauan kalau soleh sudah men-set skripsinya untuk ukuran a5. akhirnya saya ubah lagi settingannya. dan ternyata, ketikan saya cuma mencapai tujuh halaman saja. hiks. waktu sudah mepet. si om udah nunggu mau nganter saya ke tempat jilid. jadi wee saya print apa adanya.

jadi, inilah prakata skripsi saya. mohon maaf kalo ada yang kelupaan disebut. hehe.



PRAKATA

Alhamdulillahi rabbil ‘allamin, segala puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT karena akhirnya saya bisa menyelesaikan skripsi ini. Setelah melewati waktu yang tidak sebentar (kurang lebih enam bulan), dan setelah melewati berbagai cobaan dan godaan, saya akhirnya bisa juga melalui tahap mengerjakan skripsi.
Proses mencari judul skripsi ini tidak mudah. Saya jadi ingat kata-kata yang diucapkan seorang teman saya saat sedang kumpul-kumpul, “Mencari judul skripsi itu bagai mencari jodoh. Susah-susah gampang nemunya”. Dan saya adalah salah satu orang yang setuju dengan pernyataan itu. Haha. Jujur saja, tidak mudah untuk saya menentukan judul skripsi. Saya punya dua kriteria untuk judul skripsi saya: menggunakan metodologi penelitian kualitatif dan objek penelitiannya adalah majalah Trax. Akibat kriteria tersebut, saya malah kelimpungan sendiri menentukan fokus persoalan apa yang akan diteliti. Beberapa kali saya sempat mentok hingga akhirnya—setelah melalui proses pencarian yang cukup panjang, hampir mencapai waktu satu tahun—judul ini pun saya pilih.
Walau saya telah berusaha semaksimal mungkin, saya tahu skripsi ini masih memiliki kekurangan. Untuk itu, saya terbuka menerima kritik dan masukan yang membangun atas skripsi ini. Saya juga tahu, saya tidak akan dapat menyelesaikan skripsi ini tanpa bantuan dari beberapa pihak yang telah mendukung secara moral maupun material. Untuk itu, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada:
• Drs. Dian Wardiana S., M.Si., selaku pembimbing utama, yang senantiasa membimbing saya dengan masukan dan koreksi sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
• Dra. Henny Srimulyani, M.Si., selaku pembimbing pendamping, yang selalu membimbing saya selama proses pengerjaan skripsi ini. Terima kasih atas kesabarannya menuntun saya dan motivasi yang telah diberikan sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya.
• Kedua orang tua saya tercinta: Afriza Boekir dan Suyud Mochamad Idris. Kasih sayang kalian adalah hal terbaik yang pernah saya dapatkan dalam hidup ini. Sekali lagi, terima kasih.
• Herlina Agustin, S.Sos.,MT., selaku Ketua Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang kerap mengingatkan dan memacu saya untuk menyelesaikan skripsi ini.
• Drs. H. Dede Mulkan, M.Si., selaku Dosen Wali yang senantiasa membimbing penulis selama menjadi mahasiswa Jurnalistik.
• Dandi Supriadi, S.Sos., MA (SUT) selaku Sekretaris Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
• Drs. Sahat Sahala Saragih. Dosen yang sangat inspiratif. Terima kasih untuk didikannya selama ini.
• Segenap dosen Jurnalistik dan dosen Fikom Unpad atas dedikasi dan ilmu yang telah diberikan.
• Segenap administratur jurusan Jurnalistik dan SBA Fikom Unpad yang banyak membantu penulis.
• Deddy Mulyana, Prof, Ph.D, M.A. selaku Dekan Fikom Unpad.
• Ketiga kakak perempuan yang cantik-cantik: Meiske Florensia, Miela Florentina dan Tri Krishna Valentina. Skripsi ini tidak mungkin selesai tanpa dukungan moral dan material dari kalian.
• Ketujuh keponakan yang lucu-lucu: Cathleya Anjani Pramudawardhani, Radietya Ilham Fabian, Tenaya Shafa Kirana, Janitra Crisantya Kusumawardhani, Wisnu Klana, Khansa Fidela Nareswari, dan Sasna Klarissa. Mereka memang tidak banyak membantu dalam proses pengerjaan skripsi ini (bahkan cenderung menghambat hehe), tetapi keberadaan mereka membuat saya selalu bahagia dan semangat menjalani hidup ini. Kakak sayang kalian.
• Dra. Estiza Boekir, Drs. Firdaus Boekir dan Dra. Pupung Quinthani, M.Si., Drs. Firman Boekir, dan Mamih Rumsari, Keluarga besar di Bandung yang telah menjadi tempat saya bernaung. Terima kasih untuk segalanya.
• Staf redaksi majalah Trax yang telah meluangkan waktunya untuk menjadi narasumber: Andre “Opa” J. O. Sumual, Fajar Andi a.k.a Bello, Alvin “Apink” Yunata, dan Fazliani Maulida alias Iyem. Thanks a lot, guys!
• Denny Ramdan alias Denny MR selaku pengamat musik yang telah meluangkan waktunya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya walau baru sembuh dari sakit.
• Staf redaksi majalah Trax: Dheta Nur Hafia (terima kasih sudah mengatur jadwal pertemuan dengan Opa, dan bantuan-bantuan teknis lainnya ya Neng!), Irma “Ma’il” Taufik (Neheeeeng, akhirnya skripsi gue kelar juga!), Ottyawan Firdaus a.k.a. Oot, Agan Harahap sang fotografer ciamiks asal Margahayu (hehe), R. Bayu Hendroatmodjo, Hendriana Agustini a.k.a. Niina Poni, eks editorial secretary Stephanie F. Si Miss Kinky (ahahahaha), eks reporter Farid Amriansyah a.k.a Riann Pelor, eks Head of Artistic Ratna Irina dan Wahyu Nugroho alias Acum. Terima kasih telah menerima saya menjadi bagian dari Taman Bermain ini!
• The happy newlywed couple: Astrid Enricka Dita a.k.a. Pokijan Acil dan Mardedi. Akhirnya aku tidak jadi anak daerah lagi, Neheeeeng! Hahahaha.
• Jurnal-jurnil 2003 yang unik dan ajaib, the emotional quo vadis! Karlina Octaviany (untuk semangat dan motivasi yang tidak pernah bosan diberikan), Adinda Putri Silitonga (komunikasi di antara kita tidak akan putus, karena kita anak komunikasi!), Hertiana Dwi Putri (aku padamu, Pah!), Diade Riva Nugrahani (untuk perjalanan Elang-Jatinangor yang selalu menyenangkan dengan cerita dan canda tawa), Yulia Permatasari (my shopping and traveling partner, haha), Mutia Resty (yang kosannya selalu terbuka untuk diinvasi), Irma Chantily si Gadis Hai (hahaha), Trinanti Sulamit, Dhini Gilang Prasasti, Ike Yulia Martha, Ennaliza Tri Damayanti (untuk kosan kolam renangnya!), Christie Leonita (untuk kursus singkat paradigma kritis), Ariza Diansari (si ikan cucut!), Ika Rahma (untuk servis fotokopian yang oke banget!), Emma Hartina, Anggi Oktarinda, Hikmah Yanti, Soraya Spumanti Rose dan Andry Togarma H.P. (yang awet yaaa..), Astri Kharina Bangun, Christina Natalia Sihite, Annisa Lestari, Eka “Dora” Shantika, Desy Rosalina, Myrna, Rosmeilini Purba, Dhona Dhameria, Elfira Rosa J., Lian Gayo, Dei Irfani S., dan Luh Nyoman Meitasari. Serta para Ijuters: Santrianov (skripsi itu untuk dikerjakan ya An, bukan untuk dipikirkan), Ahmad Yasir Saputra (si cepat, yuk mariiii..), Hasian “Gori” Laurentius, Irfan Fitrat Pribadi, Multazam Lisendra, Marye Agung “Gdonk”, M. Rino Sardjono (Aldiano. Hahaha.), Baihaqi, Eka Novian G., Dika Dania K., Issa A., Tachta Riizky, M. Ukay Subqy, Nazar Ali, dan Yanuar C.N. Sitorus. Semoga tidak ada yang terlewat. Terima kasih ya temans untuk kebersamaannya selama ini, untuk masa-masa nyampah yang tidak tergantikan, dan untuk (kurang lebih) enam tahun penuh warna yang telah kita lewati. I love you all.
• Rekan-rekan semasa KKN di Desa Lurah, Cirebon: Indri, Nadia, Feby, Alif, Hana, Nita, Ance, Ricky, Mega, Ferry, Nino, dan Beben.
• Teman-teman di Fikom Unpad: Nindha, Arga, Dita, Nindha (untuk pinjaman skripsinya), Citra, Bagus Arab, Toni, Ken, Windy, Cia, Yuke, Rere. Anak-anak kelas C 2003. Anak-anak Fikom Unpad angkatan 2003.
• Teman-teman di Jurnalistik angkatan atas: Deme, Galuh, Imel, Sofie, Nana, Dimak, Adnan, Uri, Jimi, Oki, Pepeng, Joko, Riki Dhanu, Anton, Tisha Amelia Anwar, “Mpok” Nunik, Adi “Selang” Marsiela, Alfred Pasifico Ginting, Ricky Yudisthira, dan Hagi Hagoromo.
• Teman-teman Fikom angkatan atas: Bayu Kurnia, Syauqy Lukman, Roby Nugraha dan Vinka R.A.E. (dan tidak ketinggalan si kecil Bebe), Attan, Cupi, Joy, Viky dan Zaidan.
• Teman-teman Jurnalistik Fikom Unpad angkatan bawah: 2004 dan seterusnya.
• Para sahabat dari SMU 34 Jakarta: Aulia Kurrota A’yun (ayo, ras! Kamu bisa jadi sarjana!), Dennis Nugraha, Asti Soehoed, Bunga Wijayanti, Eraldi Fitrianto, Abi Aryo Dhani (ayo, Bi! Gue aja bisa!), Antya Purna Duhita, Adinda Paramita, Fara Arta, Rury Melissa Gultom, Arya Dwinanda, Triadi Sena, Anom Adimasetio, dan Riyandi Bagus Wiratama (thanks for all, Nyet!).
• My lovely Girleey! Irena Fatma Pratiwi, Karina Prasetyo, Risma Avriana, Gina Rachmania Karnadi (semoga cepat dapat momongan ya, darling), dan Yodida Hanum Cyntami. I love you all, gorgeous!
• PEDCA, tempat nongkrong yang sempat rutin saya sambangi bersama anak-anak Jerman 2001 & 2002.
• Rekan-rekan di Encore Magazine: Astrid a.k.a. Acit, Lika, Devi, Andra, Yoga, Anka, dan Annel. Meskipun sebentar, kalian telah memberi saya pengalaman yang sangat berharga.
• Keluarga besar Kosasih. Om, Tante, Nini, Ade, dan Desi. Terima kasih untuk dukungannya selama ini.
• Rekan-rekan di RASE FM Bandung. Special thanks to Muty.
• Bin Harlan Boer yang telah membuka kesempatan untuk saya. Terima kasih banyak, Bin!
• Tuppernews dan para krunya: Mbak Tasha, Mas Pri, Mas CK, dan Ibu Netty.
• Segenap staf Rolling Stone Indonesia: Adib Hidayat (terima kasih kesempatan liputannya, dan juga dukungannya selama proses kelulusan saya), Wendi “Wenz Rawk” Putranto, Yarrania Aristi, Ludmilla Gaffar, Wening Gitomartoyo, Ricky Siahaan dan Tabita Karuniasari, Mas Drigo L. Tobing, Joshua, dan Kesit.
• Arian Arifin dan Syarinta Kamaranti. Sekarang kita bisa wisata kuliner lebih sering lagi!
• Teman-teman di zine Trecetak [Tak Pernah Mati] dan zine [High Octane]: Ranee, Rio, dll.
• Segenap staf Diurna dan Karung Goni.
• Teman-teman selama saya di MRA Media: Jawa, Astor, Sigit, Inno, Olin, Regina, Uwie dan si kecil Janiska (The Cranky Family), Cuprit, Epon, Jemima, dan Barnes.
• My lovely brother Angga Aliya Zakhrir Rahman Firdaus dan Dini Agustin Siregar.
• Efek Rumah Kaca, Seringai, Teenage Death Star, KOIL, Mocca, Naif, Syaharani, Fariz R.M., White Shoes and The Couples Company, The Upstairs, serta Feist, Tori Amos, Morrissey, The Smith, Travis, The Strokes, Ash, Weezer, At The Drive In, Bloc Party, The Cardigans, Blur, The Clash, Ramones, Interpol, Katy Perry, Jonathan Rhys Meyer, The Ting Tings, Klaxons, Nirvana, Jamiroquai, Incubus, dan banyak musisi lainnya yang setia menemani saya (lewat lagu-lagunya) melalui malam-malam panjang ketika mengerjakan skripsi ini.
• Last but not least, my biggest inspiration, Soleh Solihun. Terima kasih untuk keberadaanmu, terutama selama proses pembuatan skripsi ini. Kamulah salah satu alasan skripsi ini harus cepat selesai. Karena itu, saya juga mempersembahkan skripsi ini untuk kamu.




Bandung, Januari 2009


Tetta Riyani Valentia

Friday, November 21, 2008

i'm a happy person!

Laid-back Doers are friendly, happy persons. They enjoy being together with other people. Smart, eloquent, witty and charming, they like to be the centre of attraction. They do not like to be alone. Their zest for life ensures that others feel well in their company and that they quickly get to know people. Laid-back Doers get the best out of every moment - many people of this type have a gift for making their whole life one big party. Boredom is unknown in their presence because they are very good at carrying others away with their enthusiasm, their good mood and their optimism.

Abstract thinking and profound philosophising about the meaning of life appeal less to Laid-back Doers. They are pragmatic, realistic and live completely in the here and now. At work too, they prefer it when it’s all go and they can act out their purposeful manner to the full. They have no problem handling several tasks at once and they blossom out in crisis situations! A varied field of activity with a lot of social contacts is just the right thing for them. One will also seldom find them inactive in their spare time; due to their open, curious nature, they mostly have many hobbies and interests. They are not afraid of the unknown: as they are flexible and creative, they quickly adjust to new situations and make the best of them. They sometimes come into conflict with strict rules or hierarchies by which they quickly feel constrained and against which they rebel.

As friends, Laid-back Doers are generous, helpful persons who attach great importance to harmonious relationships and a good atmosphere. Their sociable manner means that they have a large circle of friends and they love having the house full of many different types of guests. They are happy to give in to their spontaneous moods and fancies in the just one or two important things. This makes them appear somewhat unpredictable to those with a quieter nature. When it really matters, you can rely on them one hundred percent. As partners, they are creative, impetuous and imaginative - as long as their partner knows how to fascinate them. They can hardly stand boredom or routine in a relationship. They do not like conflicts at all; if a relationship becomes too strenuous or involves too much effort, they tend to withdraw from the partnership and start to look for a new partner. However, if one manages to keep their curiosity alive in the long term and surprise them again and again, one has a loyal and loving partner.

Adjectives which describe your type

extroverted, practical, emotional, spontaneous, enthusiastic, friendly, playful, lively, talkative, nonchalant, tolerant, happy, pleasant, generous, flexible, wily, attractive, relationship-oriented, generous, adventurous, fun-loving, creative, helpful, action-loving, casual, sociable, open, sensitive, touchy, erratic, curious, noncommittal, action-loving

These subjects could interest you

going out, dancing, parties, cinema, eating out, sport and travel (club holidays), music, trekking, camping, hiking, cooking, handicrafts, nature

si panther ungu



You are Purple Panther who tends to be precautious, and unlike your gentle atmosphere you are strong-minded and courageous woman.
You don't listen to other people, and carry out with your opinion.
Although you don't possess coolness to see things objectively, and analyze subjects intelligently, you have great natural instinct.
You have flexible thoughts, and can lead life with perseverance.
You will not miss opportunity.
You can adapt and sort out difficulties that you come across.
You can face the things that interest you with unusual effort and spirit, but you will not even try to see those things that you are not interested.
You seem like a gentle and kind person, but really you possess lots of problems and are always struggling within yourself.
People are unable to understand your complicated feelings.
This increase your problems further.
You are a person with great dreams and are active and possess straight forward baldness.
You can show this talent in your career.
You will not be able to stay quietly at home as a housewife.

Thursday, September 11, 2008

ten facts about me

1. Each blogger must post these
rules
2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten
things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten
people to get tagged and list their names.
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to
read your blog.


Dari minggu lalu si Dinda a.k.a. Dina Olivia rekan sesama artis udah nge-tag saya biar ikutan posting 10 facts about me. Tapi waktu itu saya lagi online dalam kondisi buru-buru, jadi belom bisa posting deh. Nah, pas kemaren buka multiply lagi, tau-tau si Tia juga men-tag. Yaaah, karena kelihatannya banyak yang ingin saya posting juga, ya udah lah saya ikutan aja deeeeeeh..

 

Jadi ya, saya itu:

 

1. Punya nama yang unik.

Well, mungkin ada yang menganggap nama saya aneh. Kan biasanya nama orang itu Tata atau Tetty. Kalau saya beda. Huruf vokal pertamanya "E", dan huruf vokal keduanya "A". Jadinya: T-E-T-T-A, dengan huruf "T" dobel.  Kadang agak susah juga ketika saya harus menyebutkan nama saat berkenalan.

Saya      : "Halo, nama saya Tetta."

Orang    : "Halo. siapa tadi namanya?"

Saya      : "Tetta"

Orang    : "Oh, Tata!"

Saya      : "Bukan. Tetta."

Orang    : "Oh  sorry. Reta ya?"

Saya      : "Bukan. Tetta!"

Dan biasanya percakapan berakhir dengan pengucapan nama saya yang tetap salah, dan saya sudah malas mengoreksi. Suka-suka dia sajalah. Tapi yang paling menyebalkan, kalau huruf vokal terakhir nama saya diganti dengan huruf "E". Jadilah nama saya bernada porno: tete. Waktu SD, tidak sedikit yang memlesetkan nama saya jadi tete. Yang paling parah, guru ngaji saya juga salah sebut. "Habis namanya tanggung sih," begitu elak si guru ngaji di depan kelas. Yeah, whatever. Sampai sekarang, masih ada yang memlesetkan nama saya seperti itu. Dan saya sudah tidak ambil pusing lagi. Ada yang memanggil tete, tetsie, tetsuo, etc. Terserah saja deh, yang penting orangnya tidak salah kan? Hehe.

Cerita di balik pemberian nama saya pun agak njelimet. Saat bingung-bingung mau memberi nama apa, Papa saya--yang kurang kreatif--mengusulkan nama Tusi. Alasannya sederhana, Tusi adalah singkatan dari sabTu Siang. Hahaha. Hampir saja nama saya jadi Tusi, karena si Papa agak ngotot dan menganggap idenya brilian. Untung Mama saya menolaknya dan mengajukan nama Tetta yang artinya empat. Katanya sih, dari angka Yunani: alpha, beta, gamma, tetta. Begitu. Jadilah nama saya Tetta Riyani Valentia!

note: Senior saya di kampus ada yang namanya Tussie. Halo Tussie! Kalau saja Mama saya waktu itu tidak menemukan nama Tetta, nama kita akan sama ya. Hehe. Apa nama kamu juga artinya sabtu siang? :p

 

2. Berwajah pasaran.

Banyaaaak sekali orang yang begitu melihat saya langsung bilang, "Dia mirip si anu ya?" Cerita tentang dimirip-miripin ini bermula saat SMP. Waktu kelas 2, teman-teman saya menyangka adik saya juga masuk SMP yang sama. Si anak kelas 1 itu katanya mirip dengan saya. Kulitnya agak gelap, rambut hitam lurus, dan badannya kurus. Cuma si anak kelas 1 ini matanya lebih sipit. Lah, gimana mau punya adik? Wong saya sendiri juga anak bungsu. Ckckck.

Lanjut ke SMA. Kelas 2, ada seorang cowok yang PDKT ke saya. Alasan awal dia tertarik sama saya ya karena saya mirip gebetannya dulu. Dan ternyata bukan cuma si cowok ini aja yang bilang mirip, mama dan adiknya juga sependapat. Tapi ya sudahlah. Saya sih tidak merasa dijadikan pengganti atau bagaimana. Karena saya merasa kami cocok, jadi ya akhirnya jalan bareng. Si cewek yang katanya mirip saya ini juga enggak pernah jadi masalah kok. Kenal juga enggak, hehe.

Nah, kalau pas kuliah, banyak banget yang mirip-miripin saya dengan orang lain. Adik sepupu teman saya pernah bengong melihat saya dan bilang, "Kakak Tetta mirip yang main Si Cantik dan Si Buruk Rupa ya!" Dan rupanya yang dimaksud adalah Dhini Aminarti! Hahahaha, Alhamdulilah :D Pernah juga pas lagi melewati segerombolan anak SMA, mereka bilang "Eh, mirip itu ya, yang jadi Mili di sinetron AADC." Siapa coba yang dimaksud? Jeng jeng jeng jeng: Nadia Saphira! Hahahaha. Pokoknya banyak banget lah. Dari senior saya yang namanya Imung [saya juga belum pernah ketemu orangnya], temennya temen aku, si Fenny, Amelia Vega [Miss Universe 2003 yang cantik luar biasa itu], Shanty si mantan VJ MTV, sampai yang paling fenomenal: CAMERON DIAZ! Hahahaha. Alhamdulilah. Tapi, dari sekian banyak nama artis yang dimirip-miripin sama saya, kok nasibnya enggak ada yang nular ya? Hehehe.

 

3. Tidak suka pedas.

 Padahal, Mama saya orang Minang. Semua kakak saya suka pedas, Bahkan, Papa saya yang orang Jawa juga suka pedas. Hampir setiap hari di meja makan harus tersaji sambal. Mungkin, selain kulit gelap khas orang Jawa, rupanya saya juga mewarisi lidah jawa. Walau tidak suka pedas, saya suka sate padang. nyamnyamnyam. Selain itu, wiiih, sebisa mungkin saya tidak makan makanan pedas. Begitu rasa pedas sampai di lidah, rasa panas langsung menyerbu. Tak lama setelah itu, keringat mulai menetes di dahi. Kalau pedesnya kebangetan, saya bisa menangis. Dan semua itu saya tidak suka. Rasanya acara makan malah jadi siksaan. Huuuh.

Tapi, walau tidak suka sambal, saya suka bikin sambal. Kata keluarga saya sih, rasanya enak. Makanya saya suka disuruh bikin sambal. Tapi, saya tidak tahu kebenarannya, karena saya hampir tidak pernah makan sambal bikinan saya sendiri.

 

4. Impulsif.

Gerak refleks saya sangat canggih! Cihuy. Kadang-kadang bahkan saya suka tidak sadar melakukan suatu hal gara-gara si gerak reflek itu terlalu hebat. Saya beberapa kali pernah mengangkat telepon tanpa sadar saat sedang tidur. Dan ternyata saya tidak sekedar mengangkat telepon saja. Saya bahkan mampu mengobrol dalam keadaan tidak sadar tersebut. Atau contoh lain dari gerak refleks saya yang terlalu hebat. Saat sedang nginep di kosan Lia, saya pernah terbangun dari tidur gara-gara mendengar teman saya mencari-cari DVD. Padahal ya, saat itu saya beneran lagi tidur. Ujug-ujug saya bangun dan mengambil DVD tersebut, kemudian beranjak tidur lagi. Hehehe. Banyak juga sih kejadian yang menyangkut gerak refleks saya ini. Cuma yang paling saya inget mah, ya ini.

 

5. Tidak ngoyo.

Saya ini orang yang tergolong santai. Apa yang ada di depan mata ya dijalanin. Ada tugas atau kerjaan, ya kerjakan semaksimal mungkin. Saya akan kerjakan dengan menggunakan seluruh kemampuan saya. Tapi saya tidak bertekad mengerjakan itu dengan tujuan menciptakan sesuatu yang hebat, brilian, atau luar biasa. Kalau ternyata apa yang saya kerjakan dinilai lebih, ya itu nilai plus saja. Saya sih lebih bersyukur dengan apa yang ada sekarang. Saya tidak mau mengingkari rezeki yang sudah saya miliki. Sepertinya saya jarang melihat ke atas. Saya lebih menikmati kondisi saya yang sekarang. Kalau harus keluar dari comfort zone saat ini, ya dijalanin. Let it flow lah pokoknya. Yang jelas, buat saya, pilih apa yang bisa membuat kamu bahagia. Tujuan hidup cuma satu bukan? Yaitu untuk hidup bahagia. :)

 

6. Punya resolusi 2008.

Sebelumnya, saya hampir tidak pernah membuat resolusi. Tapi tahun ini, entah kenapa ujug-ujug saya bikin resolusi. Saya punya dua resolusi tahun ini. Pertama, saya mau [dan harus] lulus tahun ini. Mau wisudanya November kek, mau wisuda Februari kek, yang penting saya lulusnya tahun ini! Sekarang saya lagi berusaha mewujudkan resolusi yang satu ini. Semoga saja, memang bisa tahun ini! Jadinya rencana-rencana saya di tahun mendatang tidak terhambat. :)

Resolusi kedua adalah lancar nyetir mobil. Hihihi. Agak telat ya? Teman-teman saya menjalani fase ini saat SMA. Sementara saya, sekarang baru beres les nyetir. Itupun belajarnya di Bandung. Bapak yang ngajar sih bilang saya sudah mahir. Nah, bermodal pujian dari si bapak eta, saya coba membawa mobil di Jakarta. Percobaan pertama, agak lancar. Masih kagok sih, tapi seenggaknya bisa nyampe tempat yang dituju dengan selamat lah. Hehehe. Percobaan kedua, hasilnya malah berantem sama Soleh. Hahaha. Karena masih takut-takut, saya membawa mobil dengan perlahan. Dan tiba-tiba si mesin mati. Jeng jeng jeng jeng! Di belakang ada mobil, dan jalan agak menanjak. Saat saya coba menjalankan mobil, mobilnya malah mundur dan nyaris menabrak mobil di belakang. Karena kesal si Soleh ngomel-ngomel mulu, akhirnya saya turun saja dari mobil dan suruh dia yang nyetir. Hehehe. Percobaan ketiga? Belum ada. Doakan saja, di percobaan ketiga saya sudah lancar ya!

 

7. Bisa tari Bali.

Hehehe. Ini gara-gara Mama saya yang tidak suka melihat anaknya tidak punya kegiatan. Waktu SD, Mama mendaftarkan saya les tari Bali di sebuah Pura terdekat. Maka jadilah saya les tari Bali selama beberapa tahun. Mulai dari tari pendet, panji semirang, sampai tari legong saya bisa. Kalau tidak salah, total tarian yang saya pelajari ada 12. Eh, benar tidak ya? Kurang lebih segitu lah. Terakhir kali saya menari di depan umum itu waktu kelas 3 SMA. Waktu itu saya diminta menggantikan seorang teman untuk berpartisipasi di pertunjukkan tari kontemporer yang tampil di HSK. Hahaha. Waktu itu saya tampil bersama 15 orang teman. Tiap tiga orang mewakili daerah-daerah yang berbeda. Saya mewakili daerah Bali, sementara yang lain ada yang mewakili Kalimantan, Jawa Barat, dsb. Kami tampil agak pagi, jadi yang nonton paling cuma panitia saja. Hehehe.

 

8. Berpotensi menjadi seorang games freak!

Untung saja saya tidak mengenal [bisa memainkan] game-game arcade macam Warcraft atau Diablo atau game online macam Ragnarok. Kalau tidak, hahaha, kuliah saya bisa hamcur! Masalahnya, sekarang aja kalau dapet game tycoon aja girangnya bukan main. Dan saya selalu obsesi bisa menyelesaikan game itu secepatnya. Kalau sudah tamat, diulang lagi sampai nilainya sempurna. Selain itu, saya juga hobi mencetak high score di komputer orang. Dulu, saya pertama kali kenal game Bounce dari komputer Lia Jambi. Awalnya mah bego. Tapi karena tekad saya untuk mencetak high score, saya pernah sengaja enggak kuliah dan main di kosan Lia sampai akhirnya berhasil mencetak high score! hahaha. Sampai sekarang si Lia belum bisa mengalahkan high score yang saya cetak. Dia selalu kesal tiap melihat high score bounce di komputernya. Dan kalau dia gagal terus mengalahkan saya, dia bilang mau me-reset si high score itu. Hehehe.

 

9. Bercita-cita punya coffee shop!

Heuheuheu. Entah dari kapan, keinginan ini sudah muncul. Saya juga tidak tahu apa pemicunya. Yang jelas, saya selalu membayangkan enaknya punya coffee shop sendiri. Saya bisa nongkrong di situ tiap hari tanpa mengeluarkan uang. Terus, saya duduk di sebuah sofa yang besar dan empuk sambil membaca buku, mendengarkan musik bernuansa jazz, sambil pelan-pelan menyeruput kopi. Hmmmm. Sepertinya nyaman sekali kan? Terus, kalau teman saya mengadakan acara, tidak perlu susah-susah, pakai saja coffee shop saya sebagai venue. Mau pameran? Silahkan. Mau kongkow-kongkow aja? Monggo. Atau mau bikin show kecil-kecilan? Sok aja atuuuh. Dijamin semua senang lah pokoknya. Hahahaha. Makanya, doakan dong biar cita-cita saya ini cepat tercapai! :D

 

10. Suka cerita.

Dari kecil, saya sudah suka becerita. Dan kadang-kadang, cara saya bercerita suka berlebihan. Misalnya waktu kecil, saya dan sepupu pernah diajak ke pasar. Tiba-tiba sepupu saya ini melihat orang jualan mainan dan berhenti. Rombongan saya tidak sadar dan meninggalkan dia. Ketika sadar, semua panik. Untung tak lama dia berhasil ditemukan. Sampai di rumah, saya langsung bilang, “Tadi si kakak hilang di belanjaan!” cerita saya dengan mimik serius dan nada meninggi. Orang rumah pun tertawa mendengar cerita saya, tapi saya bengong kenapa mereka malah ketawa. Hehehe. Pernah juga waktu kecil, selesai shalat Teraweh, saya melihat Papa saya bersalam-salaman. Tau-tau saya teriak ke keluarga saya, “Ya ampuuun! Papa Tetta salaman!” Hahahaha. Lebay bukan? Saya juga bingung kenapa Papa saya salaman mesti menjadi sesuatu yang “Ya ampun. Hehehe. Namanya juga anak kecil. Kebiasaan cerita ini terbawa sampai sekarang. Dengan Soleh, saya terbiasa cerita apa saja. Padahal sebenarnya enggak penting-penting amat sih. Tapi enak aja cerita, “Hari ini aku  makan mpek-mpek loh!” atau “Aku tadi ke kampus trus ketemu ibu anu, terus masa dia aneh banget deh.” Btw, ini sebenarnya cerita apa gossip ya? Hahaha. Whatever. Pokoknya saya senang cerita!

 

Menurut aturan main, saya harus tag 10 orang. Saya mau tag:

  1. Syarinta, karena kayaknya dia punya banyak fakta yang lucu.
  2. Buras, biar dia posting.
  3. Rizli, karena kayaknya dia belum di-tag.
  4. Ade Bayu Indra, karena saya belum pernah baca postingannya dia.
  5. Nana, karena saya pengen baca 10 facts about Nana.
  6. Bayu, biar dia ada kerjaan lain selain upload lagu.
  7. Uwie, karena postingan Uwie suka lucu.
  8. Mutia, karena dia hilang dari peredaran [kamarana atuh, Mut?]
  9. Fenny, karena dia “kembaran” saya.
  10. Tadjem, karena pasti factsnya aneh-aneh.

Monday, August 18, 2008

Senang Bersamamu

Hari Minggu kemarin, genap tiga tahun saya melewati hari-hari bersama Soleh Solihun.

 

Dan semuanya dimulai di tahun 17 Agustus 2005. Saat itu, Soleh yang bekerja di Jakarta sengaja pulang ke Bandung untuk bertemu saya. Kami janji bertemu untuk makan siang bersama di Mie Lela, Cigadung. Tempat itu kami pilih karena Soleh tahu saya belum pernah makan di sana.

 

Di tempat itulah dia menanyakan kepada saya, apakah saya mau jadi pacarnya. Dia minta saya menjawab saat itu juga. Dan saya pun menjawab iya. Soalnya kalau saya jawab tidak, saya takut disuruh pulang sendiri. xp

 

Sejak itu, hari-hari saya berubah. Walau [kadang-kadang] kami berada di dua kota yang berbeda, dia selalu ada menemani saya dengan SMS dan teleponnya. Dan karena pada dasarnya kami berdua tukang ngoceh, setiap hari selalu ada saja yang kami bicarakan. Mulai dari rutinitas, kejadian-kejadian yang sepele, sampai khayalan-khayalan tidak penting. S-e-m-u-a-n-y-a. Inilah salah satu alasan kenapa saya merasa nyaman saat bersama dengan Soleh. Saya bisa berbicara apa saja tanpa dianggap tidak penting.

 

Satu hal lagi yang membuat saya betah berlama-lama dengan dia, dia selalu bisa membuat saya tertawa. Dalam kondisi apa pun, dia bisa membuat suasana jadi menyenangkan. Saat ada situasi yang menyebalkan, ada saja komentar atau celetukannya yang bisa mencairkan suasana. Dan akhirnya setiap masalah selalu bisa kami atasi dengan tawa. Yah, mungkin itu sebabnya hubungan ini terasa menyenangkan.

 

Iya, menyenangkan. Makanya saya sempat bingung saat ada seorang teman yang meminta saya bercerita tentang hubungan saya dan Soleh. Ketika itu, saya tidak tahu harus menjawab apa. Karena, hubungan saya dan Soleh cenderung datar. Datar di sini bukan berarti membosankan loh. Datar yang saya maksud adalah ya seperti begitu saja.Hmm, bagaimana ya menjelaskannya? Saya juga bingung. Pokoknya, ya mengalir dan berjalan saja dengan sendirinya. Dan saya menikmati detik demi detik yang saya lalui bersamanya. J

 

Yah, memang tidak menyenangkan terus sih. Pasti lah ada beberapa ribut-ribut kecil. Tapi, alhamdulilah kami selalu berhasil melaluinya. Sejauh ini, kalau saya sedang tidak PMS, atau kalau Soleh sedang tidak lapar/mengantuk, hubungan kami baik-baik saja. Hehe. Jadi, ya kami belajar menahan emosi saja kalau saat-saat seperti itu datang.

 

Soleh bukan tipe cowok yang romantis. Dia tidak pandai memberikan kejutan ataupun melakukan hal-hal yang romantis. Satu contohnya adalah ketika dia memberikan bunga. Ketika itu kami sedang berada dalam mobil di kawasan Dago. Mobil sedang berhenti di lampu merah saat saya melihat seorang penjual bunga. Spontan saat itu saya bertanya kepada Soleh, kenapa dia tidak pernah memberikan saya bunga. Mendengar pertanyaan saya, dia malah balik bertanya, "Kamu mau bunga?" Lantas dipanggillah si tukang bunga itu. Dia lalu memilih-milih bunga, tapi sambil bertanya ke saya, "Kamu mau bunga? Bener enggak nih? Ini aku beliin. Mau enggak? Beneran nih, aku beliin!"

 

Et voila, jadilah dia membeli dua tangkai bunga mawar. Dua bunga itu langsung dia berikan ke saya, tanpa basa-basi dan tanpa kata-kata manis. Harusnya itu bisa jadi momen romantis loh, tapi dia mengacaukannya dengan pertanyaan-pertanyaan konyol. Haha.

 

Tapi itulah yang saya suka dari Soleh, pribadi jujur yang apa adanya. Dia tidak berusaha berubah menjadi orang lain, tapi mencoba menjadi pribadi yang saya suka dengan gayanya sendiri. Tidak berlebihan dan tidak dibuat-buat. Sikapnya ini menjadi sebuah pembelajaran buat saya.

 

Masih banyak lagi pelajaran yang saya dapat dari Soleh. Tapi saya kurang pandai menjabarkannya. Yang jelas, semua itu membuat saya bahagia. Tapi, kalau kamu mau tahu lebih banyak, dengarkan saja tembang “Senang Bersamamu” dari Naif. Buat saya, lagu ini  sedikit banyak bisa mewakili perasaan saya. Karena saya selalu senang saat bersama Soleh. :)

 

Selamat tiga tahun ya, sayang! Semoga kita bisa terus senang bersama-sama.

Friday, August 15, 2008

Three for 23

 

 





















Ini adalah tiga hadiah yang saya peroleh saat ulang tahun ke-23


1. Leather Jacket

Hadiah yang satu ini saya dapat jauh sebelum hari ulang tahun saya tiba. Soleh yang memberikannya. Dan [seperti biasa] Soleh tidak bisa menyiapkan kejutan. Dia suka bingung memilih hadiah, makanya dia suka bertanya saya mau hadiah apa. Saya sendiri sih, terserah dia. Buat saya yang penting adalah niat dia memberi, bukan barangnya.

Entah dapat ide dari mana, tiba-tiba dia bertanya apa saya mau jaket kulit. Saya sih iya-iya saja. Maka jadilah dia sibuk mencari jaket kulit untuk saya. Soleh browsing sana-sini, kirim gambar jakaet-jaket itu ke e-mail saya, lalu di-print. Dia juga membuat janji dengan penjual jaket kulit langganannya untuk mengukur badan saya. Sibuk sekali lah si Soleh ketika menyiapkan tetek bengek untuk membuat jaket ini. Saya sih, tinggal santai saja, pilih model, diukur, dan tunggu kiriman jaket sampai. Hehe.

Inilah hasil jerih payah Soleh itu. Makasih ya, sayang. :)

 

2. The Pilgrimage

Buku karangan Paulo Coelho ini adalah buku kedua yang saya dapat dari teman-teman SMA saya. Dulu, saat saya pindah ke Bandung, saya pernah diberi Great Expectation oleh Rena, Ubi, Buras, dan Mita. Kalau sekarang, teman-teman saya yang memberi buku ini adalah Rena, Buras, dan Antya. Mereka memberikannya tepat di hari ulang tahun saya.

Sebenarnya, tidak ada perayaan khusus di tanggal 13 Juli kemarin. Hari itu saya ada liputan. Soleh juga sedang tidak ada, sedang liputan Soundrenalin ke Pekanbaru. Tapi keluarga saya tiba-tiba berinisiatif mengajak makan-makan untuk merayakannya. Ajakan makan-makan itu juga muncul tiba-tiba saat hari sudah malam. Jadi saya pikir, hari ulang tahun saya kali ini akan berlalu begitu saja.

Tapi tiba-tiba Rena, Antya, dan Buras datang saat saya sudah mau tidur. Mereka khusus datang untuk menyelamati saya dan memberikan The Pilgrimage. Lucunya, sehabis memberi hadiah mereka langsung menyerbu meja makan saya. Padahal di sana tidak ada apa-apa. Lapar berat rupanya mereka. Haha. Untung masih ada satu porsi steak tersisa di lemari. Steak itupun kemudian habis dilalap mereka bertiga.

Terima kasih ya, teman-teman. :)

 

3. Handmade Shawl

Kalau hadiah yang satu ini, saya sengaja request ke Alin. Alin ikut kelas merajut di Tobucil. Saat ke Makar 2008, dia membawa syal buatannya. Saya jadi ingin punya juga. Makanya, kira-kira sebulan sebelum ulang tahun, saya bilang ke alin kalau saya minta dibuatkan syal. Untung Alin bersedia.

Alin sempat bertanya, saya mau syal warna apa. Saya bilang terserah. Sudah untung Alin mau menerima permintaan saya. Sejak itu, saya tidak pernah melihat Alin membahas soal syal itu lagi, sampai suatu kali saya memergoki dia sedang merajut di dalam Damri. Hihi. Lucu sekali melihat Alin saat itu. Seperti yang ketangkap habis melakukan kesalahan. Tapi sesudah itu kami mengobrol dan melupakan soal Syal.

Beberapa hari setelah ulang tahun saya, Alin datang membawa bungkusan dari kertas. Seperti bisa ditebak, isinya syal buatan Alin. Syal itu tebal dan panjang. Alin pintar memilih warna yang bagus, kombinasi pink dan biru muda. Syal dari wool pertama yang saya miliki.

Makasih ya, Alin. Semoga nanti syalnya bisa aku pakai pas kita ke Melbourne. :D

Wednesday, July 30, 2008

Such A Weird Day

Beberapa hari lalu, setelah berkunjung ke kantor Trax, saya pergi menuju kantor Soleh. Seingat saya ada satu kendaraan umum yang rutenya menuju ke daerah antasari/ampera yaitu Kopaja P19. Dengan alasan praktis dan hemat, saya memutuskan naik Kopaja tersebut.

Di tengah perjalanan, saat saya sedang setengah mengantuk, naik seorang pedagang sendal rumah. Sendalnya seperti sendal-sendal yang biasa ada di hotel, tapi kalau sendal yang dijual ini terbuat dari bahan handuk. Dan seperti umumnya pedagang yang jualan di bus, si penjual membagikan barang dagangannya ke penumpang bus. Saya termasuk salah satu penumpang yang diberi sendal itu, tapi sebelah saya tidak. Setelah mendapat sendal, saya pun bengong-bengong melihat ke arah luar jendela. Kepala pusing dan mata mengantuk, maka jadilah saya pikiran saya melayang entah ke mana. Tapi tiba-tiba, saya menengok ke arah pankuan saya. Wak, si sendal kok masih di sana. Saya lalu menengok ke belakang. Kok si pedagang sudah tidak ada ya? Yang ada malah pengamen. Akhirnya saya tanya ke anak SMA yang duduk di sebelah saya.

Saya            :   "Mbak, tukang sendalnya mana ya? Sendal dagangannya masih di saya"
Anak SMA    :   "Wah, ke mana ya? Saya juga enggak tahu tuh."
Saya            :   "Yah, terus gimana nih sendal dagangannya? Kasian banget si abang."
Anak SMA    :   "Ya udah, tinggalin aja di bus. Daripada dibawa."

Lah, daripada ditinggalin dan diambil orang enggak jelas, mending saya bawa bukan? Haha. Dan si sendal pun tetap saya pegang. Ketika Kopaja sampai di Pasaraya Grande, tiba-tiba sang kenek menyuruh semua penumpang turun dan pindah ke Kopaja di depan. Alasannya, karena Kopaja yang saya tumpangi malas narik sampai ragunan. Huhu. Saya pun turun dari Kopaja dengan kepala pusing, mata mengantuk, dan badan penuh keringat karena udara panas. Kepala saya tambah pusing saat melihat Kopaja di depan sangat penuh.

Daripada mood saya tambah jelek, saya menghentikan taksi yang melintas di depan saya. Begitu pintu taksi dibuka, udara sejuk dari AC berhembus. Haha, segar sekali. Kalau saja daritadi saya naik taksi, perjalanan hari ini tentu akan lebih menyenangkan. Setelah si supir berbasa-basi, dia pun bertanya:

Supir Taksi   : "Ke mana, mbak?"
Saya            : "Ke Ampera Raya ya pak"
Supir Taksi   : "Mau lewat mana kita, mbak?"
Saya            : "Antasari macet enggak ya?"
Supir            : "Wah, saya belum lewat sana tuh mbak?"
Saya            : "Ya udahlah, lewat Antasari aja."
Supir Taksi   : "Ke mana tadi kita mbak? Palmerah ya?"

d'oh!  Bilang kek daritadi kalau dia enggak tahu jalan.

Saya            : "Ya udah, jalan aja dulu pak. Nanti saya tunjukkin arahnya."

Selama perjalanan, si supir ngoceeeeh terus. Cerita si supir dimulai dari pengalaman dia selama lima hari terakhir menjadi supir taksi. Sebelumnya dia adalah supir bis 67. Dia bilang, lebih enak menjadi supir bus daripada supir taksi, karena kalau bawa bus rutenya hanya itu-itu saja. Ternyata, dia juga pernah menjadi supir

Cerita berlanjut ke pengalaman dia nyetir taksi selama lima hari ini. Ada bule yang enggak bisa berbicara Bahasa Indonesia, ada mahasiswa Batak yang mau jadi tim sukses, dst. Untungnya kepala saya sudah tidak terlalu pusing. Jadi saya lebih bisa menikmati ocehan si supir bernama Joko Santoso ini. Selama perjalanan saya juga sempat memberi sedikit informasi tentang jalan-jalan yang kami lewati. Tiba-tiba saya teringat dengan sendal yang tadi saya "terima" di bus. Daripada saya membawa-bawa sendal itu, akhirnya saya berikan saja sendal itu ke si supir. Siapa tahu sendal itu bakal lebih berguna buat dia.

Saya akhirnya sampai ke tempat yang dituju. Uang yang tersisa di dompet saya cuma selembar uang Rp.50.000, jadi saya tidak bisa membayar dengan uang pas. Ternyata, si supir tidak punya kembalian. Lantas, dia mengajak saya pergi ke warung terdekat untuk menukar uang. Tukang warung tidak ada, tukang siomay tidak punya uang untuk ditukar. Lantas, si supir berinisiatif menyetop bis yang sedang lewat dan meminta tukaran uang. Malang, si kenek juga tidak punya. Untungnya tukang warung datang. Uang pun segera ditukar, dan saya menerima kembalian.

Sungguh, hari ini adalah hari yang cukup aneh buat saya. Hehe.

Wednesday, September 26, 2007

Hari Habitat Sedunia

Pagi ini, saya berangkat sendiri. Biasanya saya berangkat naik mobil teman saya, tapi ya hari ini saya naik angkutan umum. Karena tidak ada teman ngobrol, saya pun melihat-lihat jalanan. memperhatikan  hal-hal yang biasanya saya lewatkan.

Sampai akhirnya saya melewati gedung Kementrian Perumahan Rakyat. Oh, oke. Selama ini saya tidak pernah tau ada departemen ini di pemerintahan kita. Jadi, salah satu hikmah dari perjalanan saya pagi ini adalah saya menambah wawasan tentang perumahan rakyat yang ternyata punya departemennya sendiri [hehe].

Gedung ini terletak di belakang gedung sekretariat ASEAN. Kalau gedung ASEAN sih saya tahu nama jalannya, tapi kalau nama jalan tempat gedung kementrian itu masih sama gak ya namanya?

Di depan gedung itu, dipasang banyak spanduk. Segala macem lah spanduknya. Yang paling menarik perhatian saya adalah sebuah spanduk bertuliskan "Hari Habitat Sedunia". Hah? Emang ada ya? Perasaan mah saya baru denger..

Penasaran...

Sampai di kantor pun saya search di google. Hasilnya? Saya tetap tidak tau apa itu Hari Habitat Sedunia. Satu hal yang saya ketahui, hari tersebut diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Kebanyakan info yang ada di google berkisar tentang perayaan hari tersebut di
Malaysia dan Brunei. Kalah pamor sama Hari Kesaktian Pancasila kali ya boo..

Jadi, sebenarnya apa sih Hari Habitat Sedunia? Maksudnya ada hari ini, apa? Terus, di hari ini kita harus ngapain? Kenapa nama yang dipilih itu ya, saya jadi mengasosiasikannya dengan pelajaran Biologi. Aneeeh..

Atau, ada yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?

Sunday, September 16, 2007

fantasy land




horeee..

setelah mengalami beberapa kali penundaan, akhirnya jurnal-jurnil 2003 jadi juga berangkat ke dufan! yang berangkat cuma sedikit siy. totalnya sembilan orang, yaitu: saya, alin, kiki, aan, tajem, ipen, dika, yasir, dan gedonks. sebenernya ada satu orang lagi, yaitu si lian. cuma dia dateng sama sodara-sodaranya, jadi dia misah.

sayang, dua wahana tidak dioperasikan hari ini. kora-kora dan arung jeram tidak bisa kami coba. padahal rasanya belum ke dufan kalo belum naik dua wahana itu [hehe. berlebihan].

well, it was such a fun day!

Friday, August 31, 2007

mari berjabat tangan!

sering saya dengar, bahwa first impression itu penting. dan salah satu alat untuk mengindikasi kepribadian seseorang di pertemuan pertama adalan jabatan tangannya.

yap. secara tidak sadar, saya sering mengidentifikasi seseorang dari caranya berjabat tangan. padahal kalo baca artikel-artikel gitu, saya juga enggak percaya-percaya amat. tapi entah kenapa, saya sering menilai orang dari cara berjabat tangan. makanya, saat berkenalan saya sebisa mungkin menjabat tangan orang dengan cukup erat. soalnya, saya tidak mau dianggap tidak sopan kalau cuma menyodorkan ujung tangan saya.

nah, kadang-kadang saya suka merasa terlalu bersemangat kalau berjabat tangan. entah karena memang saya begitu, atau orang yang salaman dengan saya ternyata salamannya ogah-ogahan. kadang-kadang tengsin juga, kok saya kayak yang berlebihan. tapi sering juga saya merasa, kok orang ini belagu banget sih. huh! xp

seperti kejadian sore ini. saya dan fanie pergi ke sebuah restoran yang menjual makanan peranakan. kami ke sana untuk bertemu manajernya dan bilang kalau kami mau memasukkan restoran mereka di rubrik nyicip. setelah disuruh duduk dan menunggu oleh waiternya, akhirnya si manajernya muncul juga. perawakan ibu manajer ini kecil, berambut lurus sepundak, dan berpakaian cukup rapi. wajahnya seperti yang suntuk, entah karena ngantuk atau memang mukanya begitu. ya sudahlah, kami bangkit dari kursi dan bersalaman.

nah, si manajernya ini menyambut tangan kami dengan seadanya. tangan kami cuma disambut di bagian ujung. dia cuma menyentuh ujung-ujung jari kami dan mengabaikan si telapak tangan. lantas kami pun ngobrol, menjelaskan maksud dan tujuan kami datang ke sana. eeh, si ibu itu terlihat ogah-ogahan gitu. dengan gaya sok sibuk dengan ericsson k750i-nya, dia bilang nanti dia akan mengabari kami kepastiannya, karena restorannya sudah dibooking banyak media. setelah bincang-bincang sedikit, kami pun pamit. lalu kami bersalaman lagi. dan tentu saja, kami mendapat jabatan tangan yang dingin dan seadanya. seolah-olah tangan kami ini menjijikan...

kalau begini, saya jadi percaya kalau cara berjabat tangan memang bisa menggambarkan seseorang. 

Wednesday, August 22, 2007

bintang di langit malam..

Lagu ini memang bukan salah satu lagu terbaik di album Free All Angels. Tapi, lagu ini merangkum beberapa hal dan kejadian dalam hidup saya. Haha. Jadi nostalgia teu puguh.

Kemarin, tiba-tiba saya ingin sekali mencari liriknya. Browsing sana browsing sini, akhirnya ketemu juga. Lagunya lumayan sih. Tapi video klipnya menurut saya terlihat cheesy. Malah cenderung enggak jelas.

Well, inilah liriknya:


There's A Star
by Ash

Tonight there's no denying
no there's no denying
there's something magic in the air

Emotional disorder
came from out of nowhere
and took me unaware

The patterns of the oceans
lost in her emotions
you know that i don't care

And on nights when the north wind blows through your heart
dream of a new age
and on nights when the north wind blows through your heart
all i can do is wait

There's a star in the  night sky
the kind of star we would be hoping for
there's a star in the night sky
the kind of star we would be dreaming of
(there's a star in the night sky, the kind of star we would be wishing  for)

Cool evening calling
i can hear her calling
cross the serpentine

Dark and chaotic
slow and hypnotic
she comes into my mind

And tonight nothing matters
no it doesn't matters
everything will be fine

Tuesday, July 3, 2007

watch yer step!

ternyata, lobang-lobang di jalan bukan cuma menghalangi kenyamanan dan kelancaran perjalanan. mereka bisa mencelakai kamu, dengan sangat fatal.

salah satu korbannya sepupu saya. kemaren, saya baru dapet kabar kalo dia kecelakaan motor. bukan tabrakan ato keserempet. dia enggak ngeliat lobang yang menganga lebar di jalan yang dilewatinya, di daerah pasar rebo. jadi aja dia ngehajar aja itu lobang. hasilnya: sekarang dia diopname dan harus dioperasi karena mata kakinya pecah.

iya, mata kakinya pecah! kebayang enggak sih? mata kaki itu kan keras. dan ternyata si mata kaki itu vital banget. menurut teman dekat keluarga saya yang tau banyak soal medis dan kedokteran, kalau hasil operasinya gagal, sepupu saya itu terancam lumpuh atau bahkan--lebih buruk lagi--bakal berpengaruh ke alat vitalnya. isn't it scary?!

sediiih, tapi juga kesel. mungkin sodara saya itu juga salah karena naek motornya kenceng-kenceng. tapi kan si lobang itu bukan kesalahan dia. kenapa coba bisa ada lobang? ya karena si jalannya jelek! yang bikin enggak bener. saya pernah diceritain kalo emang jalan-jalan di Indonesia itu dibuat dengan bahan-bahan yang tidak berkualitas, jadi enggak tahan lama. kenapa? karena kalo jalannya bagus terus, enggak bakal ada proyek buat dinas pekerjaan umum bagian mengaspal jalan! an**ng! terus, nasib sodara gw ato bahkan korban-korban lain lobang keparat apa kabarnya?!

yah intinya mah.. saya mau pesen. hati-hati ya mengendarai kendaraan apa pun di jalan. mau kamu naik sepeda kek, skateboard kek, mobil, motor, ato truk sekalipun, hati-hati! kalo malem lampunya dipasang. kalo liat lobang jangan dihajar. pokoknya, take care yaaaah!

Monday, July 2, 2007

my first day

08.55
saya berjalan dengan langkah ringan ditemani sinar matahari pagi yang masih hangat. ah, itu dia gedung yang saya tuju. saya pun bergegas melewati pintu masuk. lalu saya menuju ke lift. tombol naik saya tekan. saat menunggu pintu lift membuka, tiba-tiba segerombolan wanita cantik bermake up sempurna dengan tatanan rambut yang sempurna juga muncul di samping saya. di badan ramping mereka terlilit pita bertuliskan asal daerah mereka masing-masing. dan langkah saya pun jadi terhambat. satpam dan para pria yang matanya berkilau-kilau menghalangi saya dan calon penumpang lift lainnya untuk masuk. sayang, kecantikan tersebut tidak disertai kegesitan. entah apa yang membuat ribet, pintu lift yang mereka tumpangi tak juga tertutup. akibatnya, pintu lift lain tidak bisa terbuka. gemes saya dibuatnya. gara-gara mereka, saya jadi (sedikit) telat sampai di tujuan

09.01
tiba juga saya di tempat tujuan. wups. kok tempatnya masih sepi ya? untung ada seseorang yang saya kenal. saya pun dipersilahkan duduk di meja saya. bengong-bengong. ugh. ngapain ya? eh, ada majalah nganggur tuh. baca-baca. bosen. cari lagi bacaan lain. eh, ada novel kecil. baca-baca, dan orang-orang mulai berdatangan. halo. hai. sedikit basa-basi. saya pun pergi, diajak seorang teman meliput acara ulang tahun sebuah radio anak muda ibukota. jalan ke sini. jalan ke sana. hmm. bengong-bengong lagi. teman saya merasa bosan. balik yuk, katanya. saya pun nurut, karena tidak tau mau ngapain lagi di sana.

11.55
perut mulai keroncongan. tapi makan di mana ya? huhu. wah, ada komputer nganggur tuh. mas, mas, boleh enggak saya pake komputernya? boleh? horee. makasih ya.

13.30
akhirnya ada temen makan. apa, kamu mau solat dulu? boleh. silahkan. saya tunggu ya. beberapa saat kemudian, saya sudah ada di lantai bawah. berjalan menuju tempat makan. oh, di sini rupanya mereka biasa makan. saya ikut ya. saya? oh, saya mah makan nasi uduk dan ikan mas goreng aja deh. kenapa? oh, enak kok. saya kenyang. terima kasih ya.

14.00
komputer yang tadi saya pakai masih terbengkalai. horee. saya jadi bisa pake lagi. browsing sana browsing sini. sampe sekarang masih begitu juga.

Friday, May 25, 2007

rejected!

“Halo, dengan Mbak A--?”

“Iya betul.”

“Saya mahasiswa yang sebulan lalu masukin CV mau job training di tempat mbak. Saya mau nanya mbak, udah ada kepastian belum ya saya bisa magang di sana atau enggak.”

“Wah, kita biasanya untuk nerima magang ada proses recruitment dulu. Itu prosesnya panjang.”

“Oh, gitu ya mbak?”

”Iya. Soalnya kan yang ngelamar ke sini ada ratusan. Dari sekian yang diterima paling cuma 3 orang.”

”Emang proses recruitmentnya....?”

”Paling baru mulai bulan depan. Itu untuk dipekerjakan bulan Juni.”

”Kalo misalnya, misalnya ya nih mbak, saya keterima, dapet kepastiannya kapan ya?”

”Yah sebelum Juni.”

”Jadi gini mbak, saya butuh kepastian saya bisa magang di sana atau enggak. Soalnya kalo enggak bisa, biar saya coba di tempat lain aja.”

”Oh, ya udah coba aja di tempat lain. Jangan tergantung sama kita.”

”Oh, ya udah deh. Mari mbak.”

” *bruk....” (bunyi telepon ditutup)

Tuesday, May 1, 2007

an incovenient trip

setelah bolos kuliah seminggu, kemarin saya kembali ke Bandung.

seperti biasa, saya naik bus Primajasa jurusan Bandung-Lebak Bulus dari terminal Lebak Bulus. Saat saya naik, bus masih sepi. baru beberapa bangku yang terisi. kebetulan bangku favorit saya belum terisi, bangku no.2 dari depan sebelah kiri yang dekat jendela.

"wah, untung nih," pikir saya dalam hati.

langsung saja saya tempati. selang 15 menit, bus baru jalan keluar terminal. hingga bus berangkat, bangku sebelah saya masih kosong. saya pun tertidur untuk beberapa saat.

ketika terbangun, bis sedang berhenti di pool-nya di UKI. bak dikomando, sekerumun orang berduyun-duyun naik ke bis. termasuk satu orang mas-mas berkumis yang sepertinya berusia 30-an. awalnya si mas itu duduk di bangku depan. tapi menjelang bis berangkat, dia pindah ke sebelah saya.

dan ketidaknyamanan itu pun dimulai.

sesaat sebelum dia duduk, bau tak sedap merebak. bau itu sepertinya berasal dari jaket kulitnya. baunya seperti bau kambing. atau itu kombinasi dari bau kambing dan bau lembap ya? entahlah, yang jelas baunya tidak enak.

pindah?! sempat sih terpikir. tapi bisnya udah jalan. lagipula bisnya sudah penuh dan saya males mindahin barang-barang yang cukup besar itu.

dan dia pun duduk. dengan gerakan-gerakan yang sangat mengganggu, dia nengok ke kanan-kiri. hingga akhirnya pandangannya berhenti di saya. setelah memberikan pandangan sinis, akhirnya saya (berusaha) kembali tidur. sialnya usaha itu hanya membuahkan tidur yang tidak lama. akhirnya saya membaca, lalu makan roti. melihat kesempatan untuk mengajak saya ngobrol, dia pun memulai percakapan.

"bade ka mana, neng?" tanya si mas.
"hah?!" pura-pura budek plus bertanya-tanya apa maksud pertanyaan itu.
"bade ka Bandung?" tanyanya lagi.
"iya!" jawab saya dengan jutek. lagian pertanyaannya aneh. mau ke mana? ya jelas ke Bandung lah. secara saya naik bis jurusan Bandung.

sisa perjalanan pun saya habiskan dengan membaca, mempertahankan posisi duduk saya, minum, dan melototin balik itu mas-mas. aaarrrghhh. 

Tuesday, March 13, 2007

cuape deeee..

weekend yang menyenangkan.

hari sabtunya dateng ke OJ 2007,
dan minggunya dateng ke soundshine 2007 nonton Sore, Homogenic,  Club 8, dan Sondre Lerche.

kalau sabtunya saya ikut simulasi konser Ungu di OJ bersama anak-anak HMJ, maka di hari minggu saya benar-benar datang ke konser. bedanya, simulasinya justru sangat menguras keringat, sedangkan di konsernya sendiri saya justru terlelap. zzzzzzzz. kombinasi antara kecapean dan list lagu yang terlalu panjang.

sekarang saatnya membalas tidur.....


Wednesday, January 31, 2007

a journey to the universe

tadi saya mau ke planetarium.

udah lama pengen ke sana tapi baru sempet hari ini.

masalahnya, SAYA BELUM PERNAH NONTON PLANETARIUM!

hehe, agak malu sebenernya.



setelah lama menunggu bus AC 76 dan menaiki bajaj yang mematok harga Rp.5.000 untuk sampai ke TIM, akhirnya saya sampai juga.



namun,

sungguh tak disangka,

sungguh tak dinyana.



saya disambut selembar kertas.

isinya kurang lebih berbunyi:



"sehubungan perbaikan proyektor, maka pertunjukan dari tanggal 31 Januari-4 Februari ditiadakan"



poor me..

Tuesday, January 9, 2007

hello, hades!

pernahkah kamu bermimpi bertemu hades? atau tanpa sengaja kamu berkenalan dengan sang dewa kematian di mitologi yunani itu? saya pernah. bukan bermimpi sih, tapi tanpa sengaja berkenalan.

setelah saya hitung-hitung, bukan cuma sekali-duakali saya disapa dia. sudah tiga kali! huff. untung saja saya berhasil lolos dari tiga kejadian tersebut. kalau tidak, tentu kalian tidak akan membaca posting-an saya ini.

peristiwa pertama terjadi pada 2003. ketika itu saya mau pergi ke bandung bersama teman saya, dennis. demi menghindari macet, teman saya ini memilih untuk lewat daerah jonggol. saya sih terserah saja. yang penting bisa sampai di bandung dengan aman, selamat, dan gratis. hehe . jalan yang kami lalui itu ternyata cukup kecil dan berliku-liku. di kanan-kirinya terdapat jejeran pohon-pohon. teman saya itu menyetir dengan cukup santai. sepanjang perjalanan kami mengobrol tentang berbagai hal. saat ada mobil yang terasa menghambat perjalanan, mobil kami pun melaju mendahuluinya. hingga satu kali, saat mobil kami mau menyalip panther warna coklat muda, hades pun menghampiri. saat itu dia menggunakan bentuk truk besar berwarna kuning, seperti yang biasa dipakai untuk mengangkut barang-barang besar ke luar kota. teman saya lengah, padahal jalan di depan kami berbentuk tanjakan kecil. saat mobil panther yang hendak disalip sudah di samping kami, tiba-tiba hades muncul di hadapan kami dari balik tanjakan kecil itu. mau ke kiri, gak bisa, ada si panther. mau ke kanan, juga ga bisa, ada rentetan pohon-pohon besar. akhirnya rem pun diinjak dalam-dalam. mobil sempat melintir sedikit sampai akhirnya berhenti persis beberapa centi dari truk. kami? dengan sukses nempel di kaca dengan debaran jantung yang gak beraturan. setelah terdiam beberapa saat, akhirnya kami mengambil lajur kiri, karena si panther sudah jalan lagi. beberapa meter sesudahnya, kami sempat berhenti dulu, merenungi apa yang barusan terjadi. haha, hades! kali ini kau gagal!

peristiwa kedua terjadi di tahun yang sama. saat itu saya dan empat orang teman saya, rena, lia, bagus, dan aldi, mau ke sebuah gigs yang diadakan mtv. namanya mtv threesome party kalau tidak salah. setelah aldi muter-muter jakarta untuk beli trax yang berisi tiket ke acara itu, kami pun berangkat. ternyata sesampainya di sana, pintu masuk sudah jebol. semua orang bebas masuk tanpa tiket masuk. sial! ah, sudahlah.kami lalu mulai menikmati suasana. waktu kami sampai, band yang sedang manggung adalah ada band. setelah itu ada project pop dan naif. sejauh itu kami masih menikmati acara. salah satu dari kami (saya lupa yang mana) bilang kalau dia ingin pulang sesudah nonton superman is dead. maka jadilah kami menonton band-band berikutnya sambil menunggu band itu. rupanya, orang yang datang ke acara itu sangat banyak, sedangkan venue sangat berdebu. kambuhlah asma saya. maklum, pemicunya debu. lagipula orang-orang di sana sepertinya hobi sekali dempet-dempetan. makin kambuhlah asma saya. tiba-tiba nirina yang jadi mc saat itu mengumumkan kalau SID akan tampil. makin rusuhlah situasi di sekitar saya. semua orang beringsut maju utnuk melihat band asal Bali ini. bagus langsung inisiatif membawa kami semua keluar dari kerumunan. sayangnya, karena terlalu padat, kami berlima terpisah jadi dua bagian. saya dibawa bagus, sedangkan rena dan lia dibawa aldi. entah bagaimana ceritanya sampai teman-teman kami itu berhasil keluar dengan selamat dari kerumunan. yang jelas, saya dan bagus tidak seberuntung itu. saat berusaha keluar, penonton makin rusuh. kami berdua terdorong. saat itu saya terpisah dengan bagus. bagus hilang entah ke mana, sedangkan saya terbaring di tanah menatap tubuh orang-orang di atas saya yang beratapkan bintang-bintang. ah, rupanya hades masih penasaran ingin kenalan dengan saya. tapi saya belum mau pergi ke dunianya. saat itu saya berpikir, "gila, masa gw mati dengan cara kaya ini sih?! gw gak mau mati konyol!". saya pun bangkit dengan kekuatan yang tersisa. beruntung hades sudah bosan dengan saya. akhirnya saya berhasil keluar dari kerumunan dengan selamat. lalu bagus? dia juga selamat, tapi tasnya hilang dijambret. rena, lia dan aldi? mereka semua sibuk mencari saya yang hilang. entah jam berapa kami bisa berkumpul kembali dan langsung pulang. akibat acara ini, rena jadi sebal tiap kali mendengar suara tawa nirina yang khas. "bikin inget threesome," katanya.

peristiwa terakhir terjadi baru-baru ini, di 2006 tepatnya. saat itu saya dan soleh mau beli gorengan untuk orang-orang di rumah saya. kami pergi naik motor ke tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah itu. usai selesai belanja, kami pun segera pulang melalui jalan yang kami lalui saat pergi. jalan itu agak ekstrim. di sana terdapat sebuah tanjakan yang cukup curam. tidak menukik sih, tapi kalau kamu yang baru belajar mobil lewat di tanjakan ini, pasti akan kesulitan. saat mau lewat, terjadi sedikit kemacetan. untung kami naik motor, jadi bisa nyelip-nyelip. setelah berada di deretan agak depan, kami pun bisa melihat penyebab kemacetan. ternyata, ada sebuah (lagi-lagi) truk dari toko material di dekat situ. entah karena terlalu berat atau salah ambil ancang-ancang, truk itu gak kuat nanjak. mampus! hades masih belum nyerah. saat masih terbengong-bengong melihat pemandangan itu, ada seorang laki-laki yang menyuruh mobil-mobil di belakangnya mundur. awalnya soleh mau nyelip di antara mobil-mobil itu dan terus melaju menuju rumah. baru beberapa saat motor melaju sedikit ke depan, tiba-tiba truk itu mundur dengan mulus. untung soleh sigap. dia langsung membelokkan motor ke toko material itu. dari situ kami menyaksikan detik demi detik saat truk itu meluncur dan menabrak pagar pembatas jalan hingga smeua isi di truk itu berhamburan keluar. iya, semuanya! kamu tau apa isinya? besi-besi panjang untuk pondasi rumah! kebayang deh kalo soleh salah langkah dikiit aja. besi-besi itu mungkin sudah bersarang di badan kami! hiiiii...

mudah-mudahan saja abis itu si hades sudah tidak penasaran lagi berkenalan dengan saya.