Friday, February 23, 2007

Oleh-oleh dari Garut




abis uas kemaren, saya dan teman-teman sekelas jalan-jalan ke Garut. enggak sekelas banget siy, abis pada sibuk sendiri siy. tapi tak apa. walau cuma ber-14, toh kami tetap senang. haha. walau cuma sehari, foto-fotonya lumayan banyak loh. ini beberapa di antaranya.

Wednesday, January 31, 2007

a journey to the universe

tadi saya mau ke planetarium.

udah lama pengen ke sana tapi baru sempet hari ini.

masalahnya, SAYA BELUM PERNAH NONTON PLANETARIUM!

hehe, agak malu sebenernya.



setelah lama menunggu bus AC 76 dan menaiki bajaj yang mematok harga Rp.5.000 untuk sampai ke TIM, akhirnya saya sampai juga.



namun,

sungguh tak disangka,

sungguh tak dinyana.



saya disambut selembar kertas.

isinya kurang lebih berbunyi:



"sehubungan perbaikan proyektor, maka pertunjukan dari tanggal 31 Januari-4 Februari ditiadakan"



poor me..

Tuesday, January 9, 2007

hello, hades!

pernahkah kamu bermimpi bertemu hades? atau tanpa sengaja kamu berkenalan dengan sang dewa kematian di mitologi yunani itu? saya pernah. bukan bermimpi sih, tapi tanpa sengaja berkenalan.

setelah saya hitung-hitung, bukan cuma sekali-duakali saya disapa dia. sudah tiga kali! huff. untung saja saya berhasil lolos dari tiga kejadian tersebut. kalau tidak, tentu kalian tidak akan membaca posting-an saya ini.

peristiwa pertama terjadi pada 2003. ketika itu saya mau pergi ke bandung bersama teman saya, dennis. demi menghindari macet, teman saya ini memilih untuk lewat daerah jonggol. saya sih terserah saja. yang penting bisa sampai di bandung dengan aman, selamat, dan gratis. hehe . jalan yang kami lalui itu ternyata cukup kecil dan berliku-liku. di kanan-kirinya terdapat jejeran pohon-pohon. teman saya itu menyetir dengan cukup santai. sepanjang perjalanan kami mengobrol tentang berbagai hal. saat ada mobil yang terasa menghambat perjalanan, mobil kami pun melaju mendahuluinya. hingga satu kali, saat mobil kami mau menyalip panther warna coklat muda, hades pun menghampiri. saat itu dia menggunakan bentuk truk besar berwarna kuning, seperti yang biasa dipakai untuk mengangkut barang-barang besar ke luar kota. teman saya lengah, padahal jalan di depan kami berbentuk tanjakan kecil. saat mobil panther yang hendak disalip sudah di samping kami, tiba-tiba hades muncul di hadapan kami dari balik tanjakan kecil itu. mau ke kiri, gak bisa, ada si panther. mau ke kanan, juga ga bisa, ada rentetan pohon-pohon besar. akhirnya rem pun diinjak dalam-dalam. mobil sempat melintir sedikit sampai akhirnya berhenti persis beberapa centi dari truk. kami? dengan sukses nempel di kaca dengan debaran jantung yang gak beraturan. setelah terdiam beberapa saat, akhirnya kami mengambil lajur kiri, karena si panther sudah jalan lagi. beberapa meter sesudahnya, kami sempat berhenti dulu, merenungi apa yang barusan terjadi. haha, hades! kali ini kau gagal!

peristiwa kedua terjadi di tahun yang sama. saat itu saya dan empat orang teman saya, rena, lia, bagus, dan aldi, mau ke sebuah gigs yang diadakan mtv. namanya mtv threesome party kalau tidak salah. setelah aldi muter-muter jakarta untuk beli trax yang berisi tiket ke acara itu, kami pun berangkat. ternyata sesampainya di sana, pintu masuk sudah jebol. semua orang bebas masuk tanpa tiket masuk. sial! ah, sudahlah.kami lalu mulai menikmati suasana. waktu kami sampai, band yang sedang manggung adalah ada band. setelah itu ada project pop dan naif. sejauh itu kami masih menikmati acara. salah satu dari kami (saya lupa yang mana) bilang kalau dia ingin pulang sesudah nonton superman is dead. maka jadilah kami menonton band-band berikutnya sambil menunggu band itu. rupanya, orang yang datang ke acara itu sangat banyak, sedangkan venue sangat berdebu. kambuhlah asma saya. maklum, pemicunya debu. lagipula orang-orang di sana sepertinya hobi sekali dempet-dempetan. makin kambuhlah asma saya. tiba-tiba nirina yang jadi mc saat itu mengumumkan kalau SID akan tampil. makin rusuhlah situasi di sekitar saya. semua orang beringsut maju utnuk melihat band asal Bali ini. bagus langsung inisiatif membawa kami semua keluar dari kerumunan. sayangnya, karena terlalu padat, kami berlima terpisah jadi dua bagian. saya dibawa bagus, sedangkan rena dan lia dibawa aldi. entah bagaimana ceritanya sampai teman-teman kami itu berhasil keluar dengan selamat dari kerumunan. yang jelas, saya dan bagus tidak seberuntung itu. saat berusaha keluar, penonton makin rusuh. kami berdua terdorong. saat itu saya terpisah dengan bagus. bagus hilang entah ke mana, sedangkan saya terbaring di tanah menatap tubuh orang-orang di atas saya yang beratapkan bintang-bintang. ah, rupanya hades masih penasaran ingin kenalan dengan saya. tapi saya belum mau pergi ke dunianya. saat itu saya berpikir, "gila, masa gw mati dengan cara kaya ini sih?! gw gak mau mati konyol!". saya pun bangkit dengan kekuatan yang tersisa. beruntung hades sudah bosan dengan saya. akhirnya saya berhasil keluar dari kerumunan dengan selamat. lalu bagus? dia juga selamat, tapi tasnya hilang dijambret. rena, lia dan aldi? mereka semua sibuk mencari saya yang hilang. entah jam berapa kami bisa berkumpul kembali dan langsung pulang. akibat acara ini, rena jadi sebal tiap kali mendengar suara tawa nirina yang khas. "bikin inget threesome," katanya.

peristiwa terakhir terjadi baru-baru ini, di 2006 tepatnya. saat itu saya dan soleh mau beli gorengan untuk orang-orang di rumah saya. kami pergi naik motor ke tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah itu. usai selesai belanja, kami pun segera pulang melalui jalan yang kami lalui saat pergi. jalan itu agak ekstrim. di sana terdapat sebuah tanjakan yang cukup curam. tidak menukik sih, tapi kalau kamu yang baru belajar mobil lewat di tanjakan ini, pasti akan kesulitan. saat mau lewat, terjadi sedikit kemacetan. untung kami naik motor, jadi bisa nyelip-nyelip. setelah berada di deretan agak depan, kami pun bisa melihat penyebab kemacetan. ternyata, ada sebuah (lagi-lagi) truk dari toko material di dekat situ. entah karena terlalu berat atau salah ambil ancang-ancang, truk itu gak kuat nanjak. mampus! hades masih belum nyerah. saat masih terbengong-bengong melihat pemandangan itu, ada seorang laki-laki yang menyuruh mobil-mobil di belakangnya mundur. awalnya soleh mau nyelip di antara mobil-mobil itu dan terus melaju menuju rumah. baru beberapa saat motor melaju sedikit ke depan, tiba-tiba truk itu mundur dengan mulus. untung soleh sigap. dia langsung membelokkan motor ke toko material itu. dari situ kami menyaksikan detik demi detik saat truk itu meluncur dan menabrak pagar pembatas jalan hingga smeua isi di truk itu berhamburan keluar. iya, semuanya! kamu tau apa isinya? besi-besi panjang untuk pondasi rumah! kebayang deh kalo soleh salah langkah dikiit aja. besi-besi itu mungkin sudah bersarang di badan kami! hiiiii...

mudah-mudahan saja abis itu si hades sudah tidak penasaran lagi berkenalan dengan saya.

Tuesday, January 2, 2007

long vacation


ini foto seorang penari yang lagi nari di bali art center (kalo gak salah itu nama tempatnya). nice dance! tapi agak kesel juga pas nonton ini. abis, tempat pertunjukannya disesaki lelaki-lelaki mesum yang berebutan pengen nari sama si penari ini gara-gara pengen megang-megang. ugh!

ini foto-foto dari perjalanan saya tahun 2005 lalu. waktu itu saya dan
dua orang teman saya, alin dan lia, ingin jalan-jalan untuk mengisi
liburan. akhirnya dengan modal nekat kami bertiga jalan-jalan ke
yogyakarta, bali, lombok, surabaya. saat itu kami sempat mengabadikan
momen dengan kamera handphone saya. ini beberapa di antaranya.

Tuesday, December 19, 2006

They would do anything for pensi!

ini salah satu tulisan yang saya buat untuk tugas mata kuliah pelaporan mendalam. sengaja saya ambil tema pensi, karena paling tidak saya merasa tau tentang pensi ini. yah, gini-gini kan waktu saya sma pensi juga udah mulai booming. hehe.

Demi Kejayaan Sekolah

Segala cara dilakukan anak-anak SMA untuk memuluskan pensi. Tidak hanya panitianya, tapi juga pengunjungnya.
Ini bisa dilihat dari cerita Manajer The Upstairs yang kerap disapa Wenz Rawk. Adiknya yang masih duduk di kelas XI (kelas 2 SMA), pernah menelepon di suatu siang. Dia meminta uang kepada Wendi untuk membeli baju.
“Untuk apa beli baju?” tanya Wenz.
“Untuk datang ke pensi,” jawab adiknya.
“Loh, emangnya kamu manggung?,” tanya Wenz lagi.
“Ya enggak. Tapi kan mau pake baju baru,” jelas adiknya.
Awalnya Wenz menolak memberikan uang, tapi adiknya lebih cerdik. Dia bilang kalau saat itu dia sudah berada di distro bersama temannya. Dia juga sudah meminjam uang kepada temannya itu untuk membeli baju. Jadi, nanti Wenz harus mengganti uang tersebut.
Kejadian hampir sama juga dialami Alin. Ketika masih duduk di bangku SMA, mahasiswa Universitas Padjadjaran Bandung ini pernah pergi ke pensi bersama temannya. Dia terheran-heran melihat temannya yang sengaja pergi ke salon dulu untuk menata rambutnya sebelum datang ke pensi.
Itu baru tindakan yang dilakukan dua orang pengunjung pensi. Bisa dibayangkan kalau semua pengunjung pensi berlaku seperti itu. Lantas, bagaimana usaha panitia untuk menyukseskan pensinya? Bisa macam-macam.
Semua kesibukan rata-rata dimulai tiga bulan sebelum penyelenggaraan pensi. Di waktu itu, kepanitiaan mulai dibentuk. Dana mulai dikumpulkan, dan perizinan baru mulai diurus. Panitia harus rela meluangkan waktu belajarnya demi mengurus pensi.
“Selama dua bulan kemarin, Wisnu bukan sibuk lagi! Dia itu sampai baru pulang jam empat pagi, terus jam tujuhnya udah harus sekolah lagi,” cerita Endang Dwi Heriati.
Endang bukan hanya ibu dari Ketua PL Fair 2006 Batavia Wisnu Wardhana. Dia juga berperan sebagai penasehat dalam kepanitiaan yang dibentuk para orang tua murid SMA PL.
Bukan hanya Endang yang sibuk, Sheila Salomo juga begitu. Ibu dari salah seorang murid kelas X ini berperan sebagai koordinator Cheers PL yang akan tampil di PL Fair 2006 Batavia. Dia bahkan rela menampung anak-anak cheers ini di rumahnya selama tiga hari untuk proses karantina.
Rata-rata yang dialami anak-anak SMA ini hampir sama. Mereka harus izin dari sekolah untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan pensi. Tak jarang, kalau tidak diberi izin, mereka sengaja bolos. Biaya lebih juga harus mereka keluarkan, paling tidak untuk makan dan membeli keperluan-keperluan kecil demi kebutuhan pensi. Seminggu menjelang hari H, panitia—khususnya seksi dekorasi—harus menginap di sekolah.
Kesibukan membentuk panitia di PL sudah terjadi setahun sebelumnya. Jadi, ketika panitia PL Fair 2006 bekerja, panitia untuk PL Fair 2007 sudah terbentuk. Mereka bahkan sudah mengambil ancang-ancang, tema apa yang akan mereka angkat. Regenerasi yang berkesinambungan, mungkin itu salah satu kunci kesuksesan anak-anak PL dalam menyelenggarakan acara sekolahnya.
Lain di Jakarta, lain lagi pengalaman anak-anak SMA Negeri 2 Bandung. Ketika mengadakan Annual_Encounter “Superstar” 2003, ada satu kejadian menarik yang tidak akan dilupakan anak-anak SMA Negeri 2 angkatan 2003. Kala itu, percetakan yang mereka sewa melakukan kesalahan di fliers yang mereka buat. Nama satu band bintang tamu tidak tercetak di fliers tersebut. Tidak hanya panitia, seluruh murid langsung panik. Mereka merasa tidak enak terhadap bintang tamu tersebut. Selain itu, mereka merasa nama bintang tamu itu akan menyedot banyak pengunjung. Jadi, bagaimanapun caranya, nama bintang tamu tersebut harus tercantum di fliers. Akhirnya mereka menemukan solusi. Semua anak SMA itu dikerahkan untuk menulisi fliers tersebut. Fliers yang jumlahnya ratusan itu dibagi-bagikan. Semua anak pun dengan sukarela turun tangan. Menjelang pelaksanaan pensi tersebut, kalau kita datang ke SMA yang terletak di daerah Cihampelas ini, kita akan menemukan murid SMA yang sedang menulisi fliers di mana-mana. Mulai dari di kelas, di kantin, hingga di mushola. Semua dengan kompak bekerja untuk kejayaan sekolahnya.
”Sampai sekarang saya masih inget saat-saat itu. Kayanya waktu itu, saya bisa nulisin nama band tersebut sambil merem deh. Saking udah banyaknya fliers yang saya tulisi,” cerita Anata yang saat itu duduk di kelas 3 SMA.
Demi menyedot penonton lebih banyak, panitia pun rela menganggarkan budget lebih untuk mengundang bintang tamu yang lebih tenar. Sebut saja Keith Martin. Penyanyi asal Amerika ini bahkan pernah tampil di panggung bazar SMA Negeri 5 Bandung pada 2005. Setidaknya, hal ini dilakukan untuk memenuhi anggapan bahwa sebuah pensi akan lebih sukses jika berhasil menghadirkan bintang tamu yang lebih tenar. Jauh-jauh pelantun lagu “Because of You” ini didatangkan. Bagaimana caranya anak-anak SMA ini mengundang penyanyi bertaraf internasional tersebut?
“Kebetulan anak kita punya banyak channel. Lobi-lobinya itu dia punya rekan. Waktu itu kakaknya itu punya kenalan lagi dengan orang yang mengurus Keith Martin. Jadi dia yang menghubungi ke sana. Waktu Keith Martin, dia punya masukan, ‘saya mau tampil dengan catatan, saya punya standar ukuran panggung’. Itu saja sih bedanya. Kalau masalah budget, paling ongkosnya aja yang agak mahal,” jelas Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Suhenri
Kerja keras sudah dilakukan pada persiapan acara. Lantas apa yang mereka lakukan kalau pada pelaksanaan acara, dana yang dibutuhkan belum terkumpul?
Menurut Anata, mereka akan meminjam uang dulu kepada orang tua murid. Lain halnya dengan yang dilakukan murid SMA Negeri 5 Bandung. Pada pelaksanaan bazar SMA 5 tahun 2005 lalu, mereka mengalami kesulitan dana. Bantuan yang ditawarkan alumni ditolak panitia. Alasannya, mereka sudah ada pengalokasian budget masing-masing. Kenyataannya, ketika tiba saat The Upstairs manggung, mereka urung tampil. Bayaran yang belum lunas menjadi alasannya. Padahal menurut kontrak, The Upstairs akan manggung kalau pembayaran sudah lunas. Akhirnya, selama satu jam penonton pun hanya disuguhi penampilan dua MC yang lama-lama terasa membosankan. Solusi masalah akhirnya ditemukan. The Upstairs menerima bayarannya, walaupun bukan berupa uang tunai. Mereka dibayar dengan sejumlah telepon seluler milik beberapa orang panitia. Bayangkan! panitia sampai rela merogoh kocek pribadinya demi pensi.
“Mau gimana lagi? Acara udah tanggung jalan. Daripada penonton enggak dipuasin, mendingan kita yang nanggung,” terang Ketua Bazar SMA Negeri 5 tahun 2005 Yuda Triyaksena tentang peristiwa penggadaian telepon seluler itu.
Kesungguhan anak-anak SMA membuat para pengisi acara cukup kagum. Mereka salut dengan kesungguhan dekorasi yang dibuat di panggung acara. Ada juga yang sedikit terganggu. Arian Arifin misalnya. Dia merasa latar panggung musik sebaiknya berwarna hitam saja.
“Kalau saya dari sisi pemain band, sebenarnya kurang terlalu suka dengan panggung yang terlalu artistik. Misalnya ada tema pirates of the carribean. Panggungnya dibikin ada kapal segala macem. Terus udah gitu yang main Koil. Jadi enggak keren lagi. Jadi kaya Koil adalah bagian dari kabaret. Tapi ya terserah mereka sih,” ujar vokalis Seringai1 ini.
Apa pun tanggapan orang, yang jelas mereka bekerja keras untuk itu semua. Mulai dari berjualan jaket, mencuci mobil, sampai ngamen sudi mereka lakukan. Entah semua kegiatan itu dilakukan untuk tujuan kejayaan nama sekolah, pengalaman berwiraswasta, atau kesenangan pribadi. Intinya, mereka mau melakukan apa saja.
Satu hal lagi yang membuktikan pernyataan tersebut. Adik Wenz, ketika masih duduk di kelas X pernah menawarkan dua boks minuman teh rasa buah kepada Wenz. Ketika ditanya untuk apa, sang adik menjawab: mencari dana buat pensi. Karena si adik terhitung junior, maka senior-seniornya menyuruh mereka menjual minuman tersebut. Si adik akhirnya berhasil menjual kurang lebih 100 boks minuman itu.
“Saya enggak tau dia itu marketing yang bagus atau pelajar yang dibodoh-bodohi. Tapi mereka demi kejayaan nama sekolahnya, rela untuk itu,” kenang Wenz sambil tersenyum mengingat tingkah adiknya.[Tetta]

Monday, December 18, 2006

makan enak bersama pacar


huuuuu.. dasar banci foto! tiap bentar ngajak foto-foto ajah! hehe

ini foto-foto saya sama soleh, minggu (17/12). saat itu kami abis makan di daeng tata, rumah makan makassar di daerah setiabudi (depan enhai). menurut rekomendasi teman saya, makanan di sini sangat enak. dan ternyata itu bukan isapan jempol belaka. iga bakarnya ENAK BANGET! must try food tuh! hehe. abis makan, kami berfoto memanfaatkan kaca panjang yang ada di depan kami. cat yang bagus, cahaya yang cukup, angle yang oke, dan (tentunya) kami yang sangat keren walhasil membuahkan foto-foto berikut ini. enjoy!

lama sesudah masa itu..

sebenernya, udah lama saya punya account di multiply. dari tahun 2004 kurang lebih. dulu, ada teman yang meng-invite saya, lantas saya approve-approve saja. padahal waktu itu saya tidak tahu apa itu multiply. friendster aja baru selesai dipahami. jadi, baru sekaranglah account multiply saya update lagi.

akhirnya....
beberapa tahun lewat
multiply ini terbarui juga
(walau--tetep--saya kurang paham tentang multiply hehe)